Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ekonomi Tidak Pasti, BRI (BBRI) Masih Pede dengan Target Tumbuh Sampai Dua Digit

BRI (BBRI) akan berupaya mencapai target pertumbuhan kredit dengan fokus pada bisnis utama, yakni UMKM.
Nasabah bertransaksi melalui mesin ATM di galeri e-banking Bank BRI, di Jakarta, Selasa (12/9). /JIBI-Dwi Prasetya
Nasabah bertransaksi melalui mesin ATM di galeri e-banking Bank BRI, di Jakarta, Selasa (12/9). /JIBI-Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) optimistis dapat mencapai pertumbuhan kredit 9-11 persen pada tahun ini, di tengah melandainya proyeksi pertumbuhan ekonomi baik domestik maupun global.

Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto mengatakan pada kuartal I/2022 pertumbuhan penyaluran kredit BRI tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan rata rata penyaluran kredit nasional. Aes belum dapat menyebutkan pertumbuhan jumlah kredit pada kuartal I/2022. 

“Hingga saat ini BRI optimistis dapat mencapai pertumbuhan kredit 9 persen-11 persen hingga akhir tahun 2022,” kata Aes kepada Bisnis, Kamis (21/4/2022). 

Dalam mencapai target tersebut, lanjut Aes, BRI fokus pada bisnis inti perseroan, yakni segmen UMKM. Strategi BRI untuk memberdayakan dan mengembangkan segmen UMKM ada dua.

Pertama adalah dengan menaikkelaskan nasabah existing, melalui berbagai program edukasi dan pendampingan. Kedua adalah dengan menyasar segmen yang lebih kecil, yakni ultra mikro sebagai pertumbuhan baru. 

“Dengan go smaller, go shorter, go faster, BRI akan mampu menyasar segmen yang lebih kecil, dengan proses yang lebih cepat dan efisien dengan adanya digitalisasi,” kata Aes. 

Dia mengatakan saat ini BRI juga telah memiliki new source of growth melalui penciptaan ekosistem Ultra Mikro bersama Pegadaian dan PNM. BRI menargetkan dapat melayani 55 juta nasabah ultra mikro di tahun 2024.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) merevisi angka proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini, dari 4,7 hingga 5,5 persen menjadi 4,5 hingga 5,3 persen. 

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan bahwa hal ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi global yang juga diperkirakan lebih rendah dari perkiraan sebelumnya. 

Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh kinerja ekspor yang kenaikannya akan tertahan seiring dengan lebih rendahnya pertumbuhan ekonomi global. Perdagangan dunia juga diperkirakan lebih rendah akibat berlanjutnya ketegangan politik Rusia dan Ukraina.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Leo Dwi Jatmiko
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper