Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BTPN Syariah Raup Laba Rp411 Miliar, Tumbuh 9,6 Persen Kuartal I/2022

PT Bank BTPN Syariah Tbk. (BTPS) mencetak total laba bersih tahun berjalan senilai Rp411 miliar pada kuartal I/2022.
Pejalan kaki berjalan melewati logo PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk atau BTPN Syariah di Jakarta, Senin (13/1/2020). Bisnis/Dedi Gunawann
Pejalan kaki berjalan melewati logo PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk atau BTPN Syariah di Jakarta, Senin (13/1/2020). Bisnis/Dedi Gunawann

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank BTPN Syariah Tbk. (BTPS) mencatatkan total laba bersih tahun berjalan senilai Rp411 miliar pada kuartal I/2022, tumbuh 9,6 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp375 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di Bisnis Indonesia, pertumbuhan laba tersebut salah satunya didorong oleh pendapatan setelah distribusi bagi hasil yang tumbuh sebesar 17 persen year on year/yoy menjadi Rp1,17 triliun. Adapun Pendapatan setelah distribusi bagi hasil pada kuartal I/2021 senilai Rp1 triliun.

Dari sisi aset, BTPN Syariah mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,43 persen yoy menjadi Rp19,18 triliun pada 3 bulan pertama 2022. Piutang murabahah BTPN Syariah tercatat sebesar Rp10,62 triliun, tumbuh 1,86 persen yoy. Sementara itu surat berharga yang dimiliki tercatat sebesar Rp6,75 triliun, naik sebesar 13,01 persen yoy.

Dana simpanan wadiah yang dibukukan BTPN Syariah tercatat sebesar Rp2,07 triliun, tumbuh tipis 0,19 persen yoy. Adapun investasi non profit sharing tercatat sebesar Rp8,97 triliun, tumbuh 0,72 persen yoy.

Rasio kewajiban penyediaan modal minimum BTPN Syariah tercatat sebesar 53,01 persen, tumbuh 2.31 bps dibandingkan dengan kuartal I/2021 yang sebesar 50,70 persen.

Sebelumnya, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BTPN Syariah menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp61,75 per lembar saham, atau setara dengan Rp475,6 miliar. Pembagian dividen ini tidak terlepas dari kinerja positif yang diraih Bank BTPN Syariah sepanjang 2021.

Rapat juga menyetujui laba ditahan sebesar Rp969,4 miliar untuk mendukung usaha perseroan ke depan.

“Pertumbuhan pembiayaan bank dengan kualitas yang sehat dan terjaga adalah bukti dukungan kuat dari seluruh stakeholders yang telah turut terlibat bersama menjadi bagian dari BTPN Syariah, berkomitmen dalam memberdayakan keluarga prasejahtera produktif yang terus fokus kami lakukan,” tutur Direktur BTPN Syariah Arief Ismail.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Leo Dwi Jatmiko
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper