Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Mandiri (BMRI) Rencana Suntik Modal BSI (BRIS) dan Mandiri Capital

Darmawan mengatakan penguatan permodalan tersebut sudah masuk dalam rencana dan terus dikaji oleh perseroan. Mandiri akan mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam rencana penyertaan modal tersebut. 
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 28 April 2022  |  10:15 WIB
Pegawai beraktivitas di salah satu cabang digital Bank Mandiri di Jakarta, Kamis (23/12/2021). Bisnis - Arief Hermawan P
Pegawai beraktivitas di salah satu cabang digital Bank Mandiri di Jakarta, Kamis (23/12/2021). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. atau BMRI berencana memperkuat permodalan bagi anak usahanya yaitu PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) dan PT Mandiri Capital Indonesia pada tahun ini.  

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan kinerja perseroan yang baik tidak terlepas dari kinerja anak usaha yang optimal. Pada Maret 2022, anak perusahaan Mandiri menunjukan pertumbuhan kinerja yang baik dengan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp1,84 triliun tumbuh 43 persen yoy. 

Pencapaian tersebut, lanjutnya, memberikan dampak signifikan terhadap laba konsolidasi perusahaan. 

“Kami memiliki rencana untuk penguatan permodalan kepada perusahaan anak pada 2022, termasuk kepada Bank Syariah Indonesia dan Mandiri Capital Indonesia,” kata Darmawan dalam konferensi virtual, Rabu (27/4/2022). 

Darmawan mengatakan penguatan permodalan tersebut sudah masuk dalam rencana dan terus dikaji oleh perseroan. Mandiri akan mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam rencana penyertaan modal tersebut. 

Untuk diketahui, pada 2021, Mandiri melalui Mandiri Capital Indonesia memasukan Koinworks dan Bukalapak.com sebagai bagian dari portofolio perusahaan rintisan mereka. 

Berdasarkan laporan keuangan dipublikasi di laman resmi, kepemilikan saham terbesar Bank Mandiri terdapat di perusahaan finansial teknologi PT Fintek Karya Nusantara atau LinkAja sebesar 15,88 persen, dengan nilai tercatat sebesar Rp1,69 triliun. 

Selain di LinkAja, Bank Mandiri juga memiliki saham di beberapa perusahaan rintisan antara lain Iseller (13,35 persen), Privy Id (9,85 persen), Amartha Mikro Fintek (9,10 persen), Cashlez (8,25 persen), Sleekr (4,74 persen), Koinworks (3,05 persen) Investree (2,34 persen), dan Bukalapak (0,07 persen). 

Berikut 9 perusahaan rintisan yang terdapat saham Mandiri di dalamnya: 

Nama

Persentase Pemilikan Mandiri

Nilai tercatat

PT Fintek Karya Nusantara

15,88 persen

Rp1,69 triliun

PT Amartha Mikro Fintek 

9,10 persen 

Rp155,3 miliar

Sleekr

4,74 persen

Rp110,6 miliar

Privy Id

9,85 persen

Rp81,75 miliar

Cashlez

8,25 persen

Rp31,80 miliar

Investree

2,34 persen

Rp98,35 miliar

Iseller

13,35 persen

Rp76,46 miliar

PT Bukalapak.com

0,07 persen

Rp22,89 miliar

Koinworks

3,05 persen

Rp31,36 miliar

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank mandiri Bank Syariah Indonesia
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top