Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tokcer! Perbankan Salurkan Kredit UMKM Rp1.195,4 Triliun per April 2022

Penyaluran kredit kepada UMKM pada April 2022 tumbuh 16,9 persen (yoy) meningkat dari bulan sebelumnya sebesar 15 persen (yoy), terutama pada kredit skala mikro.
Kantor Bank Indonesia/Reuters-Supri
Kantor Bank Indonesia/Reuters-Supri

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit ke sektor usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM meningkat 16,9 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp Rp1.195,4 triliun pada April 2022.

Adapun penyaluran kredit kepada UMKM meningkat dari bulan sebelumnya, yakni Maret 2022 yang tumbuh 15 persen yoy atau Rp1.171,8 triliun.

“Penyaluran kredit kepada UMKM pada April 2022 tumbuh 16,9 persen yoy meningkat dari bulan sebelumnya sebesar 15 persen yoy, terutama pada kredit skala mikro,” tulis laporan BI dalam Uang Beredar pada April 2022, dikutip Senin (30/5/2022).

Berdasarkan skala usaha, kredit UMKM skala mikro tumbuh 105,4 persen yoy pada April 2022 menjadi Rp412,6 triliun, terakselerasi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 94,7 persen yoy.

Sementara itu, kredit UMKM skala menengah tercatat mengalami kontraksi 27,9 persen yoy menjadi Rp333 triliun, tidak sedalam dibandingkan kontraksi 28,6 persen yoy pada Maret 2022 atau sebesar Rp334,4 triliun.

Di sisi lain, kredit usaha kecil mengalami perlambatan menjadi sebesar 24,7 persen yoy pada April 2022 menjadi Rp449,8 triliun. Pada Maret 2022, kredit usaha kecil mampu tumbuh 27,4 persen yoy atau senilai Rp443,2 triliun.

Kemudian, BI juga mencatat berdasarkan jenis penggunaan, peningkatan kredit UMKM didorong baik oleh kredit investasi (KI) maupun kredit modal kerja (KMK).

Keduanya mengalami peningkatan dari bulan sebelumnya yang masing-masing tumbuh 13 persen yoy menjadi Rp299,6 triliun untuk KI dan 18,2 persen yoy atau Rp895,8 triliun pada KMK per April 2022.

Beberapa waktu lalu, BI juga menyampaikan bahwa dari 17,2 juta pedagang yang sudah tersambung Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), 90 persen diantaranya merupakan pelaku UMKM.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, digitalisasi menjadi cara yang efektif dan efisien untuk membangkitkan UMKM, tidak hanya menjadi pemain-pemain nasional namun juga secara global.

Oleh karena itulah, BI terus melakukan digitalisasi sistem pembayaran agar proses transaksi ekonomi UMKM dapat berjalan dengan cepat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rika Anggraeni
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper