Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Waspada! Modalku Temukan Aksi Pencatutan Nama Oleh Oknum Investasi Bodong

Tidak jarang pelaku berani untuk meyakinkan korban dengan memberikan alamat kantor Modalku. Mereka juga tidak segan untuk memberikan ancaman penyebaran data pribadi jika korban melakukan penolakan.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 08 Juni 2022  |  16:42 WIB
Waspada! Modalku Temukan Aksi Pencatutan Nama Oleh Oknum Investasi Bodong
Ilustrasi investasi bodong. - Goodtimes.ca

Bisnis.com, JAKARTA — Platform pendanaan digital UMKM, Modalku (PT Mitrausaha Indonesia Grup) menemukan adanya pencatutan namanya oleh oknum penipuan berkedok investasi. 

Co-Founder & CEO Modalku, Reynold Wijaya mengungkap bahwa temuan aksi penipuan ini juga seiring dengan laporan dari masyarakat. Modalku telah melaporkan berbagai temuan tersebut kepada pihak kepolisian dengan melampirkan bukti pengaduan.

"Kami turut prihatin atas kejadian yang menimpa para korban penipuan. Semaksimal mungkin kami akan memberikan pengawalan terhadap kasus-kasus penipuan yang telah merugikan masyarakat," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (8/6/2022).

Reynold mengingatkan bahwa saat ini para pelaku penipuan lebih agresif dalam melakukan tindak penipuan. Berbagai motif terus diupayakan, seperti membuat aplikasi tiruan menggunakan logo Modalku, hingga meminta melakukan deposit.

Pelaku juga berani untuk meyakinkan korban dengan memberikan alamat kantor Modalku, yang membuat para korban datang ke kantor Modalku untuk memastikan sendiri. Bahkan, mereka tidak segan untuk memberikan ancaman penyebaran data pribadi jika melakukan penolakan. 

"Masyarakat juga diharapkan dapat lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan. Kami juga mendorong masyarakat agar selalu bijak dalam memastikan dan memilih pinjaman online yang terdaftar atau berizin secara resmi di OJK," tambahnya.

Ke depannya, Modalku akan terus berjalan beriringan bersama dengan para korban untuk melakukan upaya pemberantasan penipuan online. Upaya sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat sampai saat ini terus dilakukan melalui berbagai kanal resmi Modalku.

Sebagai informasi, Modalku tidak pernah sekalipun meminta deposit sebagai syarat serta menghubungi melalui WhatsApp tanpa persetujuan Pendana maupun Peminjam dalam setiap transaksi yang dilakukan.

Modalku hanya memiliki satu aplikasi resmi khusus pendana yang dapat diunduh melalui Google Play Store atau App Store. Modalku juga memiliki website resmi, yaitu www.modalku.co.id yang dapat diakses oleh para Peminjam untuk melakukan pengajuan.

Adapun, media sosial resmi Modalku hanya Instagram: modalkuid dan pendanamodalku, Facebook: modalkuid dan pendana modalku, LinkedIn: modalku, Twitter: modalkuid, YouTube: modalku, dan TikTok: modalku. 

"Tim Modalku terus memantau perkembangan kasus yang sedang berjalan untuk menghindari kasus penipuan serupa," ungkapnya. 

Modalku terus melakukan edukasi melalui sosial media, blog, serta website resmi Modalku. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk melakukan laporan pengaduan kasus pinjol ilegal melalui 3 kanal utama, yaitu lapor.go.id, Patroli Siber: [email protected], atau Kominfo lewat aduankonten.id, [email protected], atau WhatsApp 08119224545.

Selain melalui beberapa kanal tersebut, masyarakat juga dapat melakukan pemeriksaan ulang jika menemukan aktivitas yang meragukan melalui live chat Modalku di website serta aplikasi untuk memperoleh penjelasan.

"Gunakanlah layanan pinjaman online yang telah terdaftar atau berizin di OJK, karena perusahaan fintech yang sudah terdaftar atau berizin di OJK sudah memiliki standarisasi yang memadai di bawah pengawasan OJK, termasuk dalam hal keamanan data konsumen, pola penagihan pinjaman, hingga keterbukaan informasi kepada konsumen," tutup Reynold.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

OJK pendanaan fintech Modalku
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top