Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bakal Jatuh Tempo, Maybank Indonesia (BNII) Siap Bayar Obligasi Rp637,26 Miliar

PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (BNII) menyatakan telah menyiapkan dana senilai Rp637,26 miliar untuk melunasi pokok dan bunga obligasi berkelanjutan III Tahap I tahun 2019 Seri B.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 10 Juni 2022  |  09:12 WIB
Bakal Jatuh Tempo, Maybank Indonesia (BNII) Siap Bayar Obligasi Rp637,26 Miliar
Maybank Indonesia tengah menyiapkan uang untuk melunasi obligasi yang akan jatuh tempo pada 3 Juli 2022. - Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (BNII) menyatakan telah menyiapkan dana senilai Rp637,26 miliar untuk melunasi pokok dan bunga obligasi berkelanjutan III Tahap I tahun 2019 Seri B yang akan jatuh tempo pada 3 Juli 2022.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (9/6/2022), manajemen Maybank Indonesia menjelaskan pelunasan pokok dan bunga obligasi itu terdiri dari pokok obligasi sebesar Rp624 miliar dan bunga obligasi ke-12 (gross) sebesar Rp13,26 miliar. 

Pelunasan tersebut akan dilakukan dan didistribusikan melalui PT Kustodian Sentral Efek Indonesia sebagai agen pembayaran,” jelas manajemen, dikutip Jumat (10/6/2022).

Selain itu, perseroan juga akan melunasi obligasi berkelanjutan II Tahap I Tahun 2017 Seri A yang akan jatuh tempo pada 11 Juli 2022 dengan dana yang disiapkan sebesar Rp443,7 miliar. Itu terdiri dari pokok obligasi dan bunga obligasi ke-20. 

“Pokok obligasi sebesar Rp435 miliar dan bunga obligasi ke-20 (gross) sebesar Rp8,7 miliar,” jelasnya.

Jika menilik laporan keuangan Maybank Indonesia dalam tiga bulan pertama di 2022, perseroan meraup laba bersih konsolidasian sebesar Rp395,93 miliar, naik 1,98 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari sebelumnya Rp388,24 miliar. 

Head Corporate & Brand Communications Maybank Indonesia Tommy Hersyaputera mengatakan kinerja tersebut didukung oleh biaya provisi yang rendah, efisiensi biaya bunga dan biaya overhead yang terkendali.

"Serta pertumbuhan pendapatan fee based yang kuat sehubungan dengan transaksi pasar global dan fee based income dari anak perusahaan," ujar Tommy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi perbankan maybank
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top