Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Berpotensi Raih Rp3 Triliun dari Rights Issue, Bank Capital (BACA) jadi Digital?

PT Bank Capital Indonesia Tbk. (BACA) meminta persetujuan pemegang saham untuk melakukan right issue dengan menerbitkan 20 miliar lembar saham baru. Pada perdagangan hari ini, saham BACA berada pada level Rp153 per, meski bukan harga pelaksanaan, patokan ini membuat BACA berpotensi menambah modal Rp3 triliun. Siap jadi bank digital?
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 17 Juni 2022  |  18:12 WIB
Berpotensi Raih Rp3 Triliun dari Rights Issue, Bank Capital (BACA) jadi Digital?
Pekerja melakukan perawatan gedung di dekat logo PT Bank Capital Indonesia Tbk. di Jakarta. Emiten dengan ticker saham BACA itu tengah meminta persetujuan pemegang saham untuk right issue 20 miliar lembar saham. Bisnis - Arief Hermawan P
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Capital Indonesia Tbk. (BACA) berencana akan melakukan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 20 miliar saham baru. Rencananya, aksi korporasi itu akan digunakan perseroan untuk ekspansi pasar.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (16/6/2022), direksi mengungkapkan Bank Capital akan mengajukan pernyataan pendaftaran rights issue kepada OJK setelah mendapat persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang rencananya akan dihelat pada Senin, 25 Juli 2022.

Adapun, RUPSLB tersebut akan diselenggarakan di Hotel Mercure, Jl. Jend. Gatot Subroto No.1, Jakarta Selatan, mulai pukul 10.00 WIB sampai dengan selesai.

“Merujuk ketentuan Pasal 8 ayat (3) POJK HMETD, jangka waktu antara persetujuan RUPSLB sampai dengan efektifnya pernyataan pendaftaran tidak lebih dari 12 bulan,” jelas direksi Bank Capital, Kamis (16/6/2022).

 Selanjutnya, direksi mengungkapan rencana penambahan modal dengan memberikan HMETD diharapkan dapat menambah kemampuan perseroan untuk meningkatkan dan mengembangkan kegiatan usaha dan daya tarik saing dalam bidang usaha jasa perbankan. Sementara itu, jika pemegang saham tidak menggunakan HMETD, maka akan mengalami dilusi sebanyak-banyaknya 73,86 persen

Direksi menyampaikan saham baru tersebut akan diterbitkan dari saham portepel perseroan dan akan dicatatkan di BEI sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Harga saham BACA sendiri dalam penutupan perdagangan hari ini berada pada level Rp153 per lembar atau melemah -61,36 persen dalam setahun terakhir (year-on-year/yoy). Perusahaan pada tahun lalu juga menyebut sedang melakukan proses Go Digital. 

Meski bukan harga pelaksanaan, dengan mengacu harga penutupan saham hari ini sebagai pembanding. Right issue BACA berpotensi menambah modal Rp3 triliun. Sedangkan posisi saat ini, Bank Capital tercatat memiliki modal inti (tier 1) sebesar Rp2,07 triliun per Desember 2021, atau naik 42 persen secara tahunan dari sebelumnya Rp1,45 triliun. 

Aksi right issue jika terserap seluruhnya dan ditambah modal tier 1 saat ini berpeluang membawa BACA  mendekati ketentuan perbankan digital Rp7 triliun dan melewati ketentuan OJK bahwa bank umum memiliki modal inti minimal Rp3 triliun pada akhir 2022 mendatang atau turun menjadi bank perkreditan rakyat (BPR). 

Dari sisi kinerja, emiten bersandi saham BACA menutup 2021 dengan membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp34,78 miliar. Capaian Itu turun 43 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari sebelumnya membukukan laba bersih senilai Rp61,41 miliar.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank capital bank capital indonesia Bank Digital
Editor : Anggara Pernando
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top