Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tren Penurunan Deposito Berlanjut pada Mei 2022

Total nilai simpanan berjangka pada Mei 2022 merupakan yang paling rendah pada tahun ini.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 27 Juni 2022  |  14:28 WIB
Tren Penurunan Deposito Berlanjut pada Mei 2022
Tren penurunan deposito berlanjut pada Mei 2022. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Deposito atau simpanan berjangka di perbankan pada Mei 2022 mengalami kontraksi 0,4 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Total nilai simpanan berjangka pada Mei 2022 merupakan yang terendah hingga pertengahan tahun ini.

Laporan uang beredar yang dipublikasi oleh Bank Indonesia menunjukan pada Mei 2022 nilai simpanan berjangka mencapai Rp2.710 triliun, turun 0,4 persen yoy.

Adapun pada April 2022 total nilai simpanan berjangka sebesar Rp2.726,9 triliun, Maret sebesar Rp2.735,4 triliun, Februrari sebesar Rp2.757 triiliun dan Januari sebesar Rp2.772 triliun.

Kelompok perorangan mengalami pergeseran simpanan yang relatif lebih cepat yaitu terkontraksi hingga 5,7 persen yoy pada Mei 2022. Sementara itu kelompok korporasi masih mengalami pertumbuhan walaupun mengalami perlambatan dibandingkan dengan April 2022.

Adapun secara total, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) pada Mei 2022 tercatat Rp7.266,8 triliun, atau tumbuh 10,1 persen yoy, melambat dibandingkan bulan sebelumnya (10,3 persen yoy) Perkembangan DPK terutama disebabkan oleh perlambatan tabungan dan simpanan berjangka.

Pada Mei 2022, tabungan tercatat tumbuh 13,1 persen yoy, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 15,7 persen yoy, terutama di DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Sementara itu kredit yang disalurkan oleh perbankan pada Mei 2022 tetap tumbuh positif meski tidak setinggi bulan sebelumnya. Penyaluran kredit pada Mei 2022 tercatat sebesar Rp5,99 triliun, atau tumbuh 8,7 persen yoy, sedikit lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, yaknj 8,9 persen yoy.

Sementara itu Gubernur BI Perry Warjiyo memutuskan menahan suku bunga acuan pada level 3,5 persen pada Rapat Dewan Gubernur BI terakhir. Hal ini didasari oleh nilai mata uang rupiah masih stabil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Indonesia perbankan deposito dpk
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top