Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Neo Commerce (BBYB) Minta Restu Rights Issue hingga Private Placement Lewat RUPS

Bank Neo Commerce atau BBYB akan melakukan rights issue dengan jumlah sebanyak-banyaknya 5 miliar saham baru.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 30 Juni 2022  |  11:55 WIB
Bank Neo Commerce (BBYB) Minta Restu Rights Issue hingga Private Placement Lewat RUPS
Bank Neo Commerce (BBYB) minta restu rights issue hingga private placement lewat RUPS. - Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten bank digital PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) akan meminta persetujuan kepada para pemegang saham untuk melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu VI (PMHMETD VI) atau rights issue dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Kamis (21/7/2022).

Nantinya, rapat akan terdiri dari dua macam, yakni RUPS Luar Biasa (RUPSLB) dan RUPS Tahunan (RUPST) yang akan dihelat di Kantor Pusat PT Bank Neo Commerce Tbk Treasury Tower Lantai 60, Jakarta, mulai pukul 14.00 WIB sampai dengan selesai. 

Berdasarkan keterbukaan informasi, bank bersandi saham BBYB ini berencana melakukan rights issue dengan jumlah sebanyak-banyaknya 5 miliar saham baru. Nantinya, BBYB juga akan mengajukan persetujuan peningkatan modal ditempatkan dan disetor dalam rangka pelaksanaan PMHMETD VI.

Manajemen BBYB menyampaikan dana yang diperoleh dari hasil PMHMETD VI bakal digunakan untuk meningkatkan modal kerja dalam rangka pengembangan usaha.

Selain meminta restu rights issue, bank yang dinahkodai Tjandra Gunawan ini juga akan menyelenggarakan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) alias private placement. Untuk aksi ini, dapat dilaksanakan sekaligus atau bertahap dalam jangka waktu 2 tahunterhitung sejak disetujui oleh RUPSLB.

Bank Neo Commerce turut mengajukan persetujuan peningkatan modal ditempatkan dan disetor dalam rangka pelaksanaan PMTHMETD.

Selanjutnya, untuk agenda RUPST BBYB akan terdiri dari 6 mata acara, antara lain meminta persetujuan laporan tahunan, termasuk pengesahan laporan keuangan serta laporan tugas pengawasan dewan komisaris untuk tahun buku 2021.

Kemudian disusul membahas penetapan penggunaan laba bersih untuk tahun buku 2021 dan penunjukan kantor akuntan publik untuk melakukan audit laporan keuangan perseroan untuk tahun buku 2022.

Setelah itu, rapat juga akan mengagendakan penetapan gaji dan tunjangan direksi perseroan serta gaji atau honorarium dan tunjangan dewan komisarislaporan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Terbatas IV (PUT IV) dengan HMETD, dan laporan realisasi penggunaan dana hasil PUT V dengan HMETD. 

Sebelumnya, Direktur Utama Bank Neo Commerce Tjandra Gunawan mengungkapkan BBYB tidak hanya sekadar mengejar modal inti yang ditetapkan OJK, melainkan juga memiliki target berupa capital plan yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan bisnis perseroan. 

Nantinya, sekitar 60-70 persen dana dari hasil rights issue akan dialokasikan untuk kebutuhan operasional, termasuk investasi dari sisi teknologi. Lalu, sekitar 10-15 persen akan ditahan terlebih dahulu. 

“Kami mengalokasikan 60-70 persen [dari hasil rights issue] karena kami termasuk bank yang rajin meng-update fitur. Dengan 18 juta pengguna [aplikasi neobank], kemampuan kami sudah kami upgrade sampai bisa mengakomodir 100 juta pengguna. Kita upgrade capacity dari server sampai 100 juta user, itu investasi,” ujarnya di Jakarta, Rabu (22/6/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan rights issue Bank Digital bank neo commerce
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top