Manufaktur dan Batu Bara akan Dominasi Kredit Korporasi Tahun Ini

Hingga akhir tahun ini, Amin menilai sektor yang paling berkontribusi dalam penyaluran kredit korporasi utamanya berasal dari manufaktur dan pertambangan.
Pemandangan gedung bertingkat di Jakarta. Bisnis/Arief Hermawan P
Pemandangan gedung bertingkat di Jakarta. Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Amin Nurdin memandang geliat kredit korporasi akan tumbuh tinggi sampai akhir 2022.

Hingga akhir tahun ini, Amin menilai sektor yang paling berkontribusi dalam penyaluran kredit korporasi dari bank utamanya berasal dari manufaktur dan pertambangan.

Amin menjelaskan untuk sektor manufaktur, makanan dan minuman tercatat tumbuh signifikan. 

“Kalau pertambangan karena peristiwa perang Rusia dan Ukraina mengakibatkan negara-negara maju membuka lagi keran untuk penggunaan sumber daya fosil dan ini membuka peluang untuk kredit tumbuh di sektor ini dalam berbagai bentuk, seperti kredit investasi [KI] dan kredit modal kerja [KMK],” kata Amin kepada Bisnis, Senin (25/7/2022).

Berdasarkan laporan analisis uang beredar yang dirilis Bank Indonesia per Juni 2022, kredit yang disalurkan oleh perbankan tercatat tumbuh 10,3 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp6.156,2 triliun dengan pertumbuhan disokong oleh golongan debitur korporasi maupun perorangan.

Kredit korporasi mengalami pertumbuhan dari 9,7 persen yoy pada Mei 2022 menjadi 12,5 persen yoy. Adapun nilai kredit korporasi mencapai Rp3.197,4 triliun.

Sementara itu, kredit kepada perorangan juga meningkat dari 9 persen yoy pada Mei 2022 menjadi 9,4 persen yoy pada Juni 2022 dengan nilai Rp2.914,1 triliun

Amin menilai penyebab kredit korporasi mengalami kenaikan, sejalan dengan melandainya kasus positif Covid-19 dan kepercayaan pasar kepada dewan komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK) periode 2022–2027 yang dianggap mampu mengendalikan sektor jasa keuangan dengan lebih baik.

Terpisah, BI memproyeksikan pertumbuhan kredit perbankan sepanjang 2022 mampu mencapai 9 11 persen secara tahunan. Hal ini didorong oleh capaian penyaluran kredit yang tumbuh 10,66 persen pada Juni 2022.

“Dengan memerhatikan perkembangan dan upaya yang dilakukan, pertumbuhan kredit pada 2022 diperkirakan lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya menjadi 9–11 persen,” ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam konferensi pers, Kamis (21/7/2022).

Perry menjelaskan bahwa revisi ke atas proyeksi itu seiring dengan ketahanan sistem keuangan dan intermediasi perbankan yang terus meningkat. Adapun, sampai dengan Juni 2022, penyaluran kredit perbankan tumbuh sebesar 10,66 persen yoy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Rika Anggraeni
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper