Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Manufaktur dan Batu Bara akan Dominasi Kredit Korporasi Tahun Ini

Hingga akhir tahun ini, Amin menilai sektor yang paling berkontribusi dalam penyaluran kredit korporasi utamanya berasal dari manufaktur dan pertambangan.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 25 Juli 2022  |  16:09 WIB
Manufaktur dan Batu Bara akan Dominasi Kredit Korporasi Tahun Ini
Pemandangan gedung bertingkat di Jakarta. Bisnis - Arief Hermawan P
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Amin Nurdin memandang geliat kredit korporasi akan tumbuh tinggi sampai akhir 2022.

Hingga akhir tahun ini, Amin menilai sektor yang paling berkontribusi dalam penyaluran kredit korporasi dari bank utamanya berasal dari manufaktur dan pertambangan.

Amin menjelaskan untuk sektor manufaktur, makanan dan minuman tercatat tumbuh signifikan. 

“Kalau pertambangan karena peristiwa perang Rusia dan Ukraina mengakibatkan negara-negara maju membuka lagi keran untuk penggunaan sumber daya fosil dan ini membuka peluang untuk kredit tumbuh di sektor ini dalam berbagai bentuk, seperti kredit investasi [KI] dan kredit modal kerja [KMK],” kata Amin kepada Bisnis, Senin (25/7/2022).

Berdasarkan laporan analisis uang beredar yang dirilis Bank Indonesia per Juni 2022, kredit yang disalurkan oleh perbankan tercatat tumbuh 10,3 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp6.156,2 triliun dengan pertumbuhan disokong oleh golongan debitur korporasi maupun perorangan.

Kredit korporasi mengalami pertumbuhan dari 9,7 persen yoy pada Mei 2022 menjadi 12,5 persen yoy. Adapun nilai kredit korporasi mencapai Rp3.197,4 triliun.

Sementara itu, kredit kepada perorangan juga meningkat dari 9 persen yoy pada Mei 2022 menjadi 9,4 persen yoy pada Juni 2022 dengan nilai Rp2.914,1 triliun

Amin menilai penyebab kredit korporasi mengalami kenaikan, sejalan dengan melandainya kasus positif Covid-19 dan kepercayaan pasar kepada dewan komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK) periode 2022–2027 yang dianggap mampu mengendalikan sektor jasa keuangan dengan lebih baik.

Terpisah, BI memproyeksikan pertumbuhan kredit perbankan sepanjang 2022 mampu mencapai 9 11 persen secara tahunan. Hal ini didorong oleh capaian penyaluran kredit yang tumbuh 10,66 persen pada Juni 2022.

“Dengan memerhatikan perkembangan dan upaya yang dilakukan, pertumbuhan kredit pada 2022 diperkirakan lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya menjadi 9–11 persen,” ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam konferensi pers, Kamis (21/7/2022).

Perry menjelaskan bahwa revisi ke atas proyeksi itu seiring dengan ketahanan sistem keuangan dan intermediasi perbankan yang terus meningkat. Adapun, sampai dengan Juni 2022, penyaluran kredit perbankan tumbuh sebesar 10,66 persen yoy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan kredit korporasi kredit manufaktur pertambangan Rusia
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top