Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rasio Klaim Terus Naik, Tabungan Hari Tua Asabri Perlu Penyesuaian

Program Tabungan Hari Tua memerlukan penanganan segera terhadap aset tidak produktif, antara lain melalui penambahan aset baru maupun pemulihan aset bermasalah.
Aktifitas layanan nasabah di kantor PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero) atau Asabri di Jakarta, Kamis (16/1/2020). Bisnis/Dedi Gunawan
Aktifitas layanan nasabah di kantor PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero) atau Asabri di Jakarta, Kamis (16/1/2020). Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Tabungan Hari Tua (THT) untuk TNI/Polri yang dikelola oleh PT Asabri (Persero) disebut perlu penyesuaian seiring terus meningkatnya rasio klaim program tersebut.

Berdasarkan Buku II Nota Keuangan dan RAPBN TA 2023, rasio klaim terhadap premi program THT lebih dari 100 persen dan terus meningkat. Penyesuaian kebijakan diperlukan agar nilai aset program THT dalam jangka panjang tidak tergerus.

"Rasio klaim yang terus meningkat di program THT perlu segera ditangani karena pemenuhan pembayaran klaim THT harus dipenuhi dari likuidasi aset, yang selanjutnya akan memperburuk solvabilitas sehingga nilai aset THT di jangka panjang akan tergerus jika tidak ada penyesuaian kebijakan untuk meminimalkan deficit underwriting," tulis pemerintah dalam Buku II Nota Keuangan dan RAPBN TA 2023, Selasa (16/8/2022).

Selain itu, program THT memerlukan penanganan segera terhadap aset tidak produktif, antara lain melalui penambahan aset baru maupun pemulihan aset bermasalah. Dari dua faktor tersebut, menyebabkan likuiditas Asabri dapat memburuk apabila tidak dilakukan upaya pemulihan yang bersifat segera.

Adapun, rasio klaim program THT pada 2022 diproyeksikan mencapai 142 persen dan cenderung meningkat menjadi 153 persen pada 2026. Hal ini disebabkan karena tingkat pertumbuhan premi THT tidak dapat mengimbangi dan melebihi tingkat pertumbuhan beban premi THT.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Asabri (Persero) Wahyu Suparyono menyampaikan bahwa perseroan mengusulkan kepada pemerintah untuk segera melakukan penyesuaian premi untuk program THT sebagai solusi menurunkan klaim rasio untuk memastikan kesinambungan Asabri ke depan. Saat ini, iuran peserta untuk program THT adalah sebesar 3,25 persen dari gaji pokok ditambah tunjangan istri dan anak.

"Kami usul idealnya premi [THT] 4-5 persen. Setelah penyehatan, berikutnya kepada sustainable dari premi ini, sebab sementara pencadangan bear di sisi underwritting akan sangat jauh kalau tidak dilakukan penyesuaian," kata Wahyu beberapa waktu lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper