Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Transaksi Mencurigakan Rekening Brigadir J, Pakar: Seharusnya Dibekukan

Transaksi janggal senilai Rp200 juta terjadi pada 11 Juli 2022 atau tiga hari setelah Brigadir J meninggal dunia.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 23 Agustus 2022  |  16:05 WIB
Transaksi Mencurigakan Rekening Brigadir J, Pakar: Seharusnya Dibekukan
Nasabah bertransaksi melalui mesin anjungan tunai mandiri di Tangerang, Banten. - JIBI/Dwi Prasetya
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Transaksi mencurigakan di rekening almarhum Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J seharusnya tidak terjadi, seandainya keluarga mengetahui lebih awal kabar kematian Brigadir J.

Transaksi janggal yang terjadi pada 11 Juli 2022 atau tiga hari setelah Brigadir J meninggal dunia, menyorot perhatian. Dana sekitar Rp200 juta dikabarkan telah berpindah dari rekening Brigadir J.

Mengenai transaksi yang terjadi pada orang yang sudah meninggal, Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Piter Abdullah berpendapat transaksi pada rekening orang yang sudah meninggal adalah hal yang tidak wajar. Pasalnya rekening orang yang sudah meninggal seharusnya dibekukan.

Proses pembekuan rekening dilakukan atas permintaan ahli waris sesuai dengan prosedur yang berlaku. “Satu-satunya transaksi yang dimungkinkan adalah penutupan rekening oleh bank atas permintaan ahli waris setelah melalui prosedur yang berlaku,” kata Piter, Selasa (23/8/2022).

Sementara itu UU No. 10/1998 tentang Perbankan mengatur mengenai status kepemilikan rekening orang yang sudah meninggal.

Tertulis dalam peraturan tersebut bahwa nasabah penyimpan telah meninggal dunia, ahli waris yang sah dari Nasabah Penyimpan yang bersangkutan berhak memperoleh keterangan mengenai simpanan nasabah penyimpan tersebut.

Pembekuan rekening dilakukan setelah ahli waris mencairkan rekening bank nasabah yang sudah meninggal dunia.

Ahli waris melengkapi sejumlah dokumen seperti KTP, kartu keluarga, surat keterangan dari kelurahan dan kecamatan, surat keterangan meninggal dunia dan lain sebagainya.

Sebelumnya pengacara keluarga Brigadi J, Kamaruddin Simanjuntak mengatakan ada aliran dana dari rekening Brigadir J pada 11 Juli 2022.

Padahal yang Brigadir J sudah meninggal pada 8 Juli 2022. Ada 4 rekening milik Brigadir J yang dia duga telah dicuri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pembunuhan Brigadir J perbankan
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top