Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekonomi Pulih! BI: Kredit Perbankan Tumbuh 10,79 Persen

Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit perbankan tembus 10,79 persen (yoy) per Juli 2022.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 23 Agustus 2022  |  14:57 WIB
Ekonomi Pulih! BI: Kredit Perbankan Tumbuh 10,79 Persen
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan intermediasi perbankan melanjutkan perbaikan dan mendukung pemulihan ekonomi nasional yang tercermin dari pertumbuhan kredit tercatat sebesar 10,71 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Juli 2022.

Seperti diketahui, Bank Indonesia memutuskan menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 3,75 persen. Sejalan dengan keputusan ini, BI menetapkan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 basis poin menjadi 3 persen dan suku bunga Lending Facility 4,5 persen.

"Pertumbuhan kredit 10,71 persen [yoy] ditopang oleh peningkatan di seluruh jenis kredit dan pada sebagian besar sektor ekonomi," katanya dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur BI, Selasa (23/8/2022).

Selain itu, Perry mengungkapkan pemulihan intermediasi juga terjadi pada perbankan syariah dengan pertumbuhan pembiayaan sebesar 15,2 persen yoy pada Juli 2022.

Dari sisi penawaran, lanjut Perry, berlanjutnya perbaikan intermediasi didukung oleh standar penyaluran kredit yang tetap longgar, terutama di sektor industri pertanian dan perdagangan. Hal itu seiring membaiknya appetite penyaluran kredit di samping likuiditas perbankan yang tetap longgar.

“Suku bunga perbankan masih dalam tren menurun, meski dengan besaran yang semakin terbatas,” ujarnya. 

Adapun di pasar dana, suku bunga deposito satu bulan perbankan turun sebesar 54 basis poin (bps) sejak Juli 22 satu menjadi 2,89 persen pada Juli 2022. Sedangkan di pasar kredit, suku bunga kredit menunjukkan penurunan 53 bps pada periode yang sama menjadi 8,94 persen.

Dari sisi permintaan, Perry menyatakan peningkatan intermediasi ditopang oleh pemulihan kinerja korporasi yang terus berlanjut. Itu tercermin dari tingkat penjualan dan belanja modal yang tetap tumbuh tinggi, terutama di sektor pertanian, pertambangan, industri, dan perdagangan.

“Konsumsi dan investasi rumah tangga juga membaik, sejalan dengan meningkatnya mobilitas dan optimisme konsumen dalam mendukung peningkatan permintaan kredit perbankan,” ungkapnya.

Sementara itu, BI juga mencatat pertumbuhan kredit UMKM tumbuh lebih tinggi, yaitu 18,08 persen yoy pada Juli 2022. Segmen ini terutama didukung oleh segmen mikro dan kecil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Indonesia perry warjiyo pertumbuhan kredit
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top