Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BGTC 2022: Jurus Jitu Hilangkan Kebiasaan Belanja Hedonis

Keinginan untuk membeli sesuatu karena gengsi (hedonis) merupakan salah satu ciri kebiasaan buruk atau bad financial habit yang harus dikendalikan sejak dini.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 29 September 2022  |  23:04 WIB
BGTC 2022: Jurus Jitu Hilangkan Kebiasaan Belanja Hedonis
Bisnis Indonesia Goes to Campus 2022. - Bisnis
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Keinginan untuk membeli sesuatu karena gengsi maupun gaya kehidupan hedonis lainnya merupakan salah satu ciri kebiasaan buruk atau bad financial habit yang muncul karena rendahnya literasi keuangan atau pengetahuan finansial.

Financial Planner & Founder of @uangplanner Widya Prima mengatakan dengan mengaplikasikan pengetahuan finansial dan perencanaan keuangan dalam kehidupan, secara otomatis setiap individu seperti mahasiswa memiliki rasa untuk mengontrol diri. Langkah  yang dapat menahan diri untuk tidak melakukan apa yang tidak diperlukan. Selain itu, seseorang yang memiliki kontrol diri selalu berfokus pada tujuan yang ingin diraih.

Bad financial terjadi karena kita nggak punya literasi keuangan tapi kalau misalnya kita punya literasi keuangan seharusnya kita sudah bisa menghilangkan bad financial habits,” kata Widya dalam acara Bisnis Indonesia Goes to Campus di IPB, Kamis (29/9/2022).

Widya menerangkan untuk menghilangkan bad financial habit, penting bagi setiap individu untuk membangun kebiasaan menyisihkan uang atau menabung melalui instrumen keuangan, seperti menabung di bank digital maupun reksa dana yang memberikan imbal hasil (bunga) yang beragam.

“Walaupun dapatnya kecil [imbal hasil] tapi itu beda punya uang di rekening sama nggak punya uang di rekening, pasti ini akan bermanfaat,” jelasnya.

Saat mahasiswa menabung sebesar Rp1 juta per bulan misalnya, Widya mengkalkulasikan dengan instrumen investasi yang memberikan bunga sebesar 3,5 persen dengan jangka 3 tahun, maka mahasiswa akan menghasilkan Rp37,89 juta. Adapun, jika dalam jangka waktu 5 tahun dengan bunga yang diperoleh 5 persen, maka akan mendapatkan Rp68 juta.

“Berapapun uang yang kita sisihkan, itu jadi lho [ada imbal hasil] dan akan bermanfaat. Jangan sampai kita menyepelekan uang dipakai buat beli ini dan itu. Padahal, kalau kita tabung investasikan bisa menambah pundi-pundi aset dan kekayaan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Widya mengatakan mahasiswa yang memiliki pengetahuan serta kemampuan dalam mengelola keuangan dengan baik akan menunjukkan perilaku pengembalian pengambilan keputusan yang bijak tentang keuangan, seperti kapan yang tepat untuk berinvestasi, menabung, dan menggunakan kartu kredit.

Berdasarkan studi empiris menunjukkan bahwa rendahnya literasi keuangan memiliki korelasi dengan masalah utang (Lusardi dan Tufano, 2008). Artinya, kata Widya, apabila seseorang kurang literasi keuangan, cenderung akan terjerumus kepada jebakan utang.

“Jadi orang yang punya literasi keuangan pasti akan punya kesadaran untuk menghindari utang, terutama utang konsumtif,” terangnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bisnis indonesia goes to campus (BGTC) perencana keuangan
Editor : Anggara Pernando
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top