Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Laba Bersih Bank Raya (AGRO) Turun jadi Rp15,37 Miliar pada Semester I/2022

Laba Bank Raya turun 41,34 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) yang disebabkan oleh beberapa pos keuangan yang menurun pada kuartal II/2022.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 29 September 2022  |  10:24 WIB
Laba Bersih Bank Raya (AGRO) Turun jadi Rp15,37 Miliar pada Semester I/2022
Nasabah melakukan transaksi di PT Bank Raya Indonesia Tbk., Jakarta, Selasa (15/2/2022). Bisnis - Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten bank digital, PT Bank Raya Indonesia Tbk. (AGRO) membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp15,37 miliar pada paruh pertama di tahun 2022. Perolehan laba tersebut menyusut dari periode yang sama tahun lalu dengan nilai Rp26,21 miliar.

Berdasarkan laporan publikasi keuangan dalam laman resmi perseroan, laba Bank Raya turun 41,34 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) yang disebabkan oleh beberapa pos keuangan yang menurun pada kuartal II/2022.

Tercatat, pendapatan bunga Bank Raya turun 38,25 persen yoy dari semula bernilai Rp879,11 miliar menjadi Rp542,85 miliar. Sementara itu, beban bunga perseroan menjadi Rp185,64 miliar, menyusut 58,32 persen yoy dari sebelumnya Rp445,45 miliar. Alhasil, pendapatan bunga bersih yang diperoleh Bank Raya juga menyusut 17,63 persen yoy menjadi Rp357,21 miliar.

Di sisi lain, anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) itu mencatatkan pertumbuhan pada pendapatan komisi atau fee-based income (FBI) menjadi Rp8,94 miliar. Posisi itu tumbuh 11,43 persen yoy dari sebelumnya bernilai Rp8,02 miliar pada akhir Juni 2021. Di samping itu, beban promosi perseroan naik 5 kali lipat dibandingkan posisi Juni tahun lalu atau naik 430,99 persen yoy, dari Rp4,48 miliar menjadi Rp23,83 miliar.

Selanjutnya, kredit yang diberikan Bank Raya juga mengalami penurunan sebesar 49,55 persen yoy, dari semula Rp18,36 triliun menjadi Rp9,26 triliun. Dari sana, total aset yang dimiliki Bank Raya ikut menyusut 43,01 persen yoy, dari Rp25,4 triliun menjadi Rp14,47 triliun.

Adapun, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) Bank Raya turun 42,6 persen yoy, dari semula Rp20,05 triliun menjadi Rp11,5 triliun. Penurunan tersebut berasal dari dana murah atau CASA (current account saving account) berupa giro dan tabungan yang mengalami penurunan sebesar 15,49 persen yoy, dari Rp5,28 triliun menjadi Rp4,46 triliun.

Selain itu, bank dengan sandi saham AGRO juga tercatat memiliki modal inti (tier 1) senilai Rp2,11 triliun per akhir Juni 2022, atau turun 49,79 persen yoy dari sebelumnya Rp4,21 triliun di posisi yang sama tahun lalu.

Sementara itu, perseroan mampu menekan rasio kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) sebesar 5,96 persen (gross) dan 2,57 persen (net). Lebih lanjut, rasio net interest margin (NIM) Bank Raya menjadi 4,77 persen dan beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) berada di level 82,99 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

agro Bank Raya
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top