Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sudah Sebar Kredit Rp20 Triliun, MTF Santai Hadapi Kuartal IV/2022

Mandiri Tunas Finance (MTF) mematok penyaluran pembiayaan baru tahun ini tembus Rp24 triliun.
Karyawan melayani nasabah di salah satu kantor cabang Mandiri Tunas Finance, Jakarta, Senin (4/7/2022). /Bisnis-Fanny Kusumawardhani
Karyawan melayani nasabah di salah satu kantor cabang Mandiri Tunas Finance, Jakarta, Senin (4/7/2022). /Bisnis-Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan pembiayaan atau multifinance PT Mandiri Tunas Finance (MTF) mencatatkan pembiayaan baru menembus Rp20 triliun sampai September 2022. Optimisme melampaui target pun semakin terasa, kendati semakin banyak tantangan menghadang pada kuartal IV/2022.

Direktur Sales & Distribusi MTF William Francis mengungkap bahwa tantangan terutama akibat lonjakan inflasi dan kenaikan harga BBM, ditambah lagi habisnya era diskon pajak barang mewah (PPnBM) mobil baru yang membuat harga jual beberapa unit mobil mulai terkerek.

"Pembiayaan kami naik cukup baik sepanjang kuartal III/2022 ini. Pengaruh dari berakhirnya insentif PPnBM masih belum kelihatan. Mudah-mudahan kondisinya tidak membawa dampak signifikan buat rata-rata pembiayaan kami di periode ini," ungkap William kepada Bisnis, dikutip Sabtu (8/10/2022).

Sebagai pengingat, leasing anak usaha PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) ini mematok penyaluran pembiayaan baru tahun ini menembus Rp24 triliun, diharapkan naik sekitar 17 persen (year-on-year/yoy) ketimbang capaian sepanjang 2021 senilai Rp20,5 triliun.

Alhasil, multifinance yang fokus melayani produk kredit mobil baru ini semakin mudah mengejar target bilamana mampu mempertahankan kinerja penyaluran pembiayaan rata-rata setiap bulan sekitar Rp2,1 triliun.

William masih optimistis ada peluang positif yang datang dari munculnya merek mobil-mobil baru dengan harga Rp500 juta ke bawah, yang notabene tengah laris-manis diincar konsumen yang sekaligus merupakan segmen andalan MTF.

"Calon nasabah yang tadinya mau ambil mobil di atas Rp500 jutaan, mungkin akan pindah ke unit-unit dengan harga di kisaran Rp500 juta ke bawah. Bukan cuma perkara bujet, tapi juga mempertimbangkan pengiritan konsumsi BBM. Jadi karena MTF memang fokus di segmen tersebut, kalau terjadi koreksi pun, kami memproyeksi tidak akan banyak," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Aziz Rahardyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper