Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Saat Adira (ADMF), BRI Finance, Hingga MUF Kalkulasi Leasing Motor Listrik

Populasi sepeda motor listrik meningkat, dalam 3 tahun belakangan dari 1.248 unit pada 2019, menjadi 19.024 unit pada kuartal III/2022 ini.
Presiden Joko Widodo menjajal sepeda motor listrik buatan dalam negeri Gesits, di halaman tengah Istana Kepresidenan pada periode pertama pemerintahannya./ANTARA-Wahyu Putro A
Presiden Joko Widodo menjajal sepeda motor listrik buatan dalam negeri Gesits, di halaman tengah Istana Kepresidenan pada periode pertama pemerintahannya./ANTARA-Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah perusahaan leasing melihat bisnis pembiayaan (leasing) sepeda motor listrik di Indonesia berpotensi menggeliat pada 2023. Syaratnya, muncul standar soal teknologi tukar baterai, dibarengi kampanye dan penyediaan infrastruktur yang semakin masif dari para pemain.

Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Sigit Kumala mengungkap hal tersebut dalam diskusi terbatas bersama Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) beberapa waktu lalu.

Menurut catatan AISI, peluang meningkatnya populasi sepeda motor listrik pada tahun depan sebenarnya merupakan kelanjutan dari tren tiga tahun belakangan. Tepatnya dari hanya 1.248 unit pada 2019, menjadi 11.789 unit pada 2020, berlanjut ke 13.898 unit pada 2021, dan sampai pertengahan 2022 dipercaya sudah mencapai 19.024 unit.

"Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, sepeda motor listrik alias EV 2W sudah tembus hampir 14.000 unit pada akhir tahun lalu. Angka ini tercatat melampaui ekspektasi pertumbuhan tahunan EV 2W yang dicanangkan pada awal 2020," ujar Sigit, dikutip Senin (3/10/2022).

Namun, AISI melihat masih ada hambatan dalam perkembangan sepeda motor listrik di Tanah Air, salah satunya terkait teknologi tukar baterai alias battery swapping/switching. Pasalnya, sepeda motor listrik lebih cocok menggunakan mekanisme tukar baterai agar tidak terlalu memberatkan kantong konsumen.

"Kami butuh standar, kebijakan, dan insentif dari pemerintah terhadap produsen baterai, pabrikan, dan pemilik kendaraan, yang bisa menjadi batu loncatan dalam mensukseskan berjalannya bisnis tukar baterai EV 2W," tambahnya.

AISI pun masih terus mendorong kolaborasi antara produsen baterai dengan para pabrikan sepeda motor listrik. Sebab, apabila bisnis tukar baterai berjalan dengan baik, konsumen akan diuntungkan karena tidak perlu melakukan reinvestment setelah masa pakai baterai habis.

Direktur Bisnis PT BNI Multifinance Albertus Hendi sepakat bahwa teknologi tukar baterai merupakan solusi untuk mendongkrak jumlah populasi sepeda motor listrik.

BNI Multifinance sendiri sedang mencari peluang menggelar pembiayaan sepeda motor listrik untuk segmen fleet atau kendaraan operasional kantor. Sementara untuk segmen ritel kendaraan setrum, BNI Multifinance lebih fokus pada pembiayaan roda empat.

"Apakah lebih bagus baterai langsung atau baterai tukar? Sebenarnya semua tergantung kebutuhan dan preferensi masing-masing konsumen. Tapi jelas baterai yang bisa ditukar membuat harga jual motor jadi jauh lebih rendah, karena baterai hanya dipinjamkan," ujarnya kepada Bisnis, Senin (3/10/2022).

Adapun, dari pengalaman BNI Multifinance terlibat dalam Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2022 beberapa waktu lalu, Hendi melihat bahwa kebanyakan peminat motor listrik masih wait n see karena infrastruktur pengisian baterai dan penukaran baterai di Tanah Air saat ini masih belum terlalu masif.

Senada, PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) yang telah terlebih dahulu menggandeng Smoot Motor, salah satu merek sepeda motor listrik dengan teknologi baterai tukar, pun berharap adanya dukungan pemerintah yang semakin kuat.

Sekretaris Perusahaan BRI Finance Taufiq Kurniadihardja berharap pemerintah memperkuat sektor-sektor potensial untuk menjaga pertumbuhan industri pembiayaan. Seperti upaya kongkret percepatan pembentukan ekosistem kendaran listrik di Indonesia.

"Ini agar bisa menaikkan minat masyarakat untuk membeli kendaraan listrik, dan meningkatkan produk pembiayaan kendaraan berbasis listrik," ujarnya dalam keterangan resmi beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, BRI Finance menggandeng Smoot Motor atas dasar komitmen yang sama dalam bergerak ke arah bisnis berkelanjutan yang lebih ramah lingkungan. Selain itu, Smoot dinilai punya support system penukaran baterai yang tersebar secara masif dan merata, khususnya di area Jabodetabek.

Terkhusus program pembiayaan bersama Smoot Motor, BRI Finance saat ini menawarkan uang muka 0 persen untuk karyawan Grup BRI, serta 10 persen bagi nasabah dan debitur Grup BRI. Selain itu, BRI Finance pun siap memberikan pembiayaan fleet bagi segmen korporasi yang berminat menggunakan motor operasional berbasis listrik dengan baterai tukar seperti Smoot.

Sementara itu, Direktur Utama PT Mandiri Utama Finance (MUF) Stanley Setia Atmadja pun melihat kabar baik yang signifikan terkait teknologi baterai merupakan kunci mendorong permintaan kredit kendaraan listrik ke depan.

"Saat ini kendala penetrasi kendaraan listrik adalah masih tentang harga yang relatif mahal, yang itu tidak terlepas dari teknologi baterai, sementara masa pakai baterai itu ada batasnya. Kami masih wait n see untuk menantikan ada update signifikan terkait teknologi baterai," ujarnya kepada Bisnis.

Beralih ke multifinance dengan portofolio pembiayaan roda dua jumbo di Tanah Air, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk alias Adira Finance (ADMF) mulai melihat meningkatnya animo masyarakat, berdasarkan pengalaman menjadi Official Multifinance Partner Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2022 beberapa waktu lalu.

"Animo pengunjung terhadap kendaraan listrik atau EV cukup baik di IIMS Hybrid 2022 lalu. Hal ini tampak dari banyaknya kesempatan yang kami dapatkan untuk pengajuan pembiayaan EV di ajang tersebut. Ke depan, Adira Finance terus mendukung program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai sebagai bagian dari pengembangan ekosistem kami," ujar Direktur Utama Adira Finance, Dewa Made Susila beberapa waktu lalu.

Terkini, ADMF telah melayani pembiayaan sepeda motor listrik berbagai merek, seperti Viar, Gesit, Selis, Volta, NIU, dan United. Namun, ADMF masih menyoroti anjloknya harga jual kembali motor listrik, sehingga penyaluran pembiayaan masih digelar secara selektif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Aziz Rahardyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper