Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Begini Strategi Bank Asing Raup Potensi Ekonomi Digital di Indonesia

Sejumlah bank asing bermanuver untuk meraup kue dari ekonomi dan bank digital di Indonesia.
Fahmi Ahmad Burhan
Fahmi Ahmad Burhan - Bisnis.com 13 November 2022  |  23:42 WIB
Begini Strategi Bank Asing Raup Potensi Ekonomi Digital di Indonesia
Ilustrasi sistem bank digital - Freepik
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Bank digital semakin menjadi magnet bagi bisnis simpan-pinjam untuk menggeser fokusnya. Tiga bank asing yakni PT Bank DBS Indonesia, PT Bank HSBC Indonesia, dan Citibank N.A., Indonesia gencar menyasar pasar ekonomi digital Indonesia yang nilainya diramal mencapai US$146 miliar pada 2025.

PT Bank DBS Indonesia misalnya menyasar pasar ekonomi digital di Indonesia melalui penyaluran kredit bagi perusahaan rintisan atau startup. Terbaru, Bank DBS Indonesia memberikan fasilitas kredit kepada startup otomotif Broom senilai Rp100 miliar.

Fasilitas kredit dari Bank DBS Indonesia itu menjadi akselerator pertumbuhan Broom dalam memperluas cakupan layanannya di Indonesia.

Bank DBS Indonesia juga telah menyalurkan pinjaman (loan facility) jangka pendek senilai Rp500 miliar kepada startup perikanan eFishery.

"Bank DBS Indonesia turut mengukuhkan komitmennya untuk mendukung industri startup di Indonesia," kata Executive Director Institutional Banking Group Bank DBS Indonesia Kevin Tanuwidjaja dalam keterangan tertulis beberapa waktu lalu.

Director of Institutional Banking Group Bank DBS Indonesia, Kunardy Lie juga mengatakan, selain fasilitas pinjaman, Bank DBS Indonesia mempertimbangkan potensi integrasi dengan platform yang dimiliki oleh startup. "Karena kan ini ekosistem digital, jadi ada celah untuk kita kerja sama," ungkapnya.

Bank DBS Indonesia sendiri mengincar penyaluran pinjaman kepada startup seiring dengan potensi ekonomi digital yang besar. Berdasarkan data dari Kemenko Perekonomian, pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia tercatat tertinggi di Asia Tenggara dengan nilai ekonomi sekitar US$70 miliar pada 2021 dan diperkirakan terus naik sampai US$146 miliar pada tahun 2025.

HSBC Indonesia juga gencar menyasar potensi pasar ekonomi digital di Indonesia. Presiden Direktur Bank HSBC Indonesia Francois de Maricourt mengatakan, ekonomi digital di Indonesia potensial seiring dengan munculnya banyak startup bernilai US$1 miliar atau unicorn di Indonesia.

"Ekonomi digital di Indonesia ini kami tahu, tumbuh dengan pesat. Ada banyak perusahaan digital, seperti pertumbuhan e-commerce, banyak juga unicorn seperti GoTo, Traveloka, dan lainnya,” kata Francois dalam kunjungannya ke Wisma Bisnis Indonesia beberapa waktu lalu.

Upaya yang dilakukan oleh HSBC untuk meraup pasar digital di Indonesia itu salah satunya dengan kolaborasi. Misalnya, korporasi ini menggaet platform teknologi finansial (fintech).

Sementara, CEO Citibank Indonesia Batara Sianturi mengatakan bahwa ekonomi digital Indonesia telah tumbuh tinggi di Asia Tenggara.

"Ini bisa kita lihat urbanisasi yang terjadi, lalu tren pembangunan infrastruktur atau transportasi yang berfokus pada perkotaan, bahkan sektor culinary juga luar biasa tumbuhnya. Ini good news buat indonesia," katanya pada 2019 lalu.

Dia mengatakan untuk mengakomodir perkembangan ekonomi digital tersebut, Citibank telah memiliki 2 platform aplikasi digital yakni Citi Direct untuk mengakomodir kebutuhan nasabah korporasi baik untuk transaksi payment, collection dan traffic management.

Sedangkan Citi Mobile yang mengakomodir kebutuhan nasabah konsumer banking seperti tabungan, investasi reksadana atau lainnya, hingga untuk proteksi asuransi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Digital ekonomi digital bank asing dbs dbs indonesia hsbc hsbc indonesia citibank citibank indonesia
Editor : Reni Lestari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top