Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Asuransi Rama Satria Optimistis Menatap 2023

Asuransi umum PT Asuransi Rama Satria memproyeksi bisnis asuransi masih moncer pada 2023, seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang membaik.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 03 Desember 2022  |  15:47 WIB
Asuransi Rama Satria Optimistis Menatap 2023
Direktur PT Asuransi Rama Satria Wibawa, Ricky S. Natapradja berpose seusai menjawab pertanyaan redaksi Bisnis Indonesia di Jakarta, Rabu (9/11)/JIBI/Bisnis - Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Asuransi Rama Satria Wibawa memproyeksikan bisnis asuransi asuransi umum masih moncer pada 2023, seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Direktur Asuransi Rama Satria Wibawa Ricky S. Natapradja menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus mengalami perbaikan pascapandemi Covid-19 menandakan semua sektor juga kembali beroperasi seperti semula, bahkan lebih bagus dari kondisi normal.

 

Proyeksi insurance market di tahun depan 2023 itu cukup prospektif dan cukup optimistis karena kalau kita lihat seiring dengan GDP tumbuh di tahun ini sekitar Rp4.900 triliun di kuartal II/2022,” ujar Ricky dalam sesi wawancara bersama Bisnis belum lama ini.

Badan Pusat Statistik mencatat perekonomian Indonesia menurut produk domestik bruto (PDB) pada kuartal II/2022 tumbuh sebesar 5,44 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dan atas dasar harga berlaku mencapai Rp4.919,9 triliun.

  

Sejalan dengan pertumbuhan PDB di Indonesia, Ricky menyampaikan bahwa industri jasa keuangan juga mengalami pertumbuhan. Ricky menilai apabila pertumbuhan PDB dan sektor jasa keuangan tetap terjaga, maka dia memperkirakan pertumbuhan ini akan berlanjut hingga semester II/2022.

 

“Tahun depan dengan catatan, semakin banyak edukasi literasi keuangan kepada masyarakat untuk sadar asuransi dan menggunakan jasa keuangan lainnya seperti perbankan untuk membantu usaha dan kehidupan,” ujarnya.

 

Selain itu, Ricky mengingatkan agar perusahaan asuransi tetap menjaga tata kelola perusahan yang mengarah ke good corporate governance (GCG), mengelola perusahaan dari sisi keuangan, risiko, hingga beban. Sejumlah upaya ini dilakukan agar perusahaan asuransi tetap memitigasi risiko dan terhindar dari hal-hal yang merugikan perusahaan dan nasabah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi umum iknb
Editor : Denis Riantiza Meilanova
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top