Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kejar Modal Inti Rp3 Triliun, Saham Bank Amar (AMAR) Diborong Tolaram

Tolaram telah memborong saham bank digital berkode AMAR itu dalam dua tahap.
Fahmi Ahmad Burhan
Fahmi Ahmad Burhan - Bisnis.com 09 Desember 2022  |  14:44 WIB
Kejar Modal Inti Rp3 Triliun, Saham Bank Amar (AMAR) Diborong Tolaram
Logo PT Bank Amar Indonesia Tbk. (AMAR) di Jakarta, Selasa (25/1/2022). - Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Pemegang saham pengendali PT Bank Amar Indonesia Tbk. (AMAR) yakni Tolaram Group telah memborong saham Bank Amar di tengah aksi rights issue untuk mempertebal modal inti minimum Rp3 triliun.

Berdasarkan keterbukaan informasi, Tolaram telah memborong saham bank digital berkode AMAR itu dalam dua tahap. Pada tahap pertama 5 Desember 2022 Tolaram membeli 50 juta saham. Kemudian, pada tahap kedua 8 Desember 2022 Tolaram membeli 24,4 juta saham AMAR.

Selain Tolaram, Presiden Direktur Amar Bank Vishal Tulsian juga menambah kepemilikannya dengan membeli 14,63 juta saham tambahan di Bank Amar. Kemudian, Direktur SME, Korporasi, dan Operasional Amar Bank Eka Banyuaji juga membeli 4,77 juta saham pada 8 Desember 2022. Dengan begitu, total nilai gabungan dari pembelian saham tersebut menjadi sekitar Rp26,8 miliar.

Managing Director Fintech dan Infrastructure Tolaram Navin Nahata mengatakan pembelian saham itu dilakukan sejalan dengan rights issue Bank Amar untuk mempertebal modal inti. "Amar Bank akan berada dalam posisi yang kuat dengan modal inti yang melebihi Rp3 triliun pada akhir 2022," ujarnya dalam keterbukaan informasi pada Jumat (9/12/2022).

Mengacu pada peraturan OJK (POJK) No.12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum, bank diharuskan memiliki modal inti sebesar Rp3 triliun dengan batas terakhir pada 31 Desember 2022.

Setelah Bank Amar berhasil memenuhi ketentuan modal inti tersebut, perseroan dapat fokus pada perkembangan platform pinjaman digitalnya Tunaiku. Bank Amar sendiri menargetkan kenaikan aset menjadi Rp20 triliun hingga Rp25 triliun.

"Dengan modal yang meningkat, kami percaya bahwa kami dapat menggunakan dana tersebut secara efektif untuk melaksanakan rencana kami guna melayani nasabah UMKM dengan lebih baik lagi," kata Presiden Direktur Amar Bank Vishal Tulsian.

Sebagaimana diketahui, dalam upayanya memenuhi ketentuan modal inti Rp3 triliun, Bank Amar menjalankan penambahan modal dengan skema rights issue. Perusahaan telah mengumumkan menerbitkan 4,56 miliar saham baru dengan Tolaram Group sebagai pembeli siaga. Harga pelaksanaan right issue ini telah dipatok dengan harga pelaksanaan Rp280 per unit.

Jumlah saham baru yang akan diterbitkan memiliki porsi sebesar 24,81 persen dari modal ditempatkan dengan nilai nominal Rp100 setiap saham. Dari rights issue itu, perseroan membidik perolehan dana mencapai Rp1,27 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Amar tolaram modal inti rights issue
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top