Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BI Catat Rp48,08 Triliun Modal Asing Masuk ke Pasar SBN Sepanjang Januari 2023

Bank Indonesia melaporkan aliran modal asing yang masuk ke pasar Surat Berharga Negara mencapai Rp48,08 triliun sepanjang Januari 2023.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan pemaparan dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) di Jakarta, Kamis (19/1/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan pemaparan dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) di Jakarta, Kamis (19/1/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) melaporkan aliran modal asing yang masuk ke pasar Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp48,08 triliun sepanjang Januari 2023.

“Selama 2023, berdasarkan data setelmen hingga 26 Januari 2023, nonresiden beli neto Rp48,08 triliun di pasar SBN,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan resmi yang dikutip Bisnis.com, Sabtu (28/1/2023).

Erwin menyampaikan, pada periode yang sama, terjadi aliran modal keluar dari pasar saham sebesar Rp6,83 triliun.

Sementara itu, pada pekan keempat Januari 2023, BI mencatat aliran modal masuk ke pasar keuangan domestik mencapai Rp4,42 triliun.

Jumlah tersebut terdiri atas aliran modal masuk ke pasar SBN sebesar Rp3,63 triliun dan ke pasar saham sebesar Rp790 miliar.

Erwin menyampaikan, premi risiko investasi (credit default swap/CDS) Indonesia 5 tahun turun ke 83,46 bps per 26 Januari 2023, dari 85,83 bps per 20 Januari 2023.

Sejalan dengan itu, tingkat imbal hasil SBN 10 tahun tercatat stabil di 6,66 persen pada Jumat pagi (27/1/2023), dari hari sebelumnya, Kamis (26/1/2023).

Bisnis.com mencatat, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ditutup melemah 0,25 persen ke level Rp14.985,5 pada perdagangan Jumat (27/1/2023), bersamaan dengan mata uang Asia lainnya.

Erwin mengatakan, BI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Maria Elena
Editor : Reni Lestari
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper