Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bos Lippo Insurance (LPGI) Ungkap Penyebab Laba Bersih Longsor Kuartal I/2023

Manajemen PT Lippo General Insurance Tbk. (LPGI) atau Lippo Insurance menyampaikan penyebab turunnya laba perusahaan pada kuartal I/2023 menjadi Rp21,4 miliar.
Lippo Insurance.
Lippo Insurance.

Bisnis.com, JAKARTA — Manajemen PT Lippo General Insurance Tbk. (LPGI) atau Lippo Insurance menyampaikan penyebab turunnya laba perusahaan pada kuartal I/2023 menjadi Rp21,4 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, emiten asuransi umum Lippo Insurance mencatatkan penurunan kinerja selama kuartal I/2023 mencapai 31,20 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Presiden Direktur Lippo General Insurance Agus Benjamin mengatakan bahwa karena ada faktor musiman, maka biasanya profit mengalami fluktuasi antar kuartal.

“Jika dibandingkan kuartal I/2022, net profit kuartal I/2023 turun karena ada pengaruh klaim banjir di Jawa Tengah yang terjadi pada Januari 2023,” kata Agus kepada Bisnis, Senin (15/5/2023).

Detailnya, perusahaan dengan sandi saham LPGI itu membukukan laba tahun berjalan senilai Rp21,4 miliar pada kuartal I/2023, turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dengan menoreh laba Rp31,1 miliar pada kuartal I/2022.

Adapun untuk tahun ini, Agus menyampaikan bahwa Lippo Insurance telah menyiapkan strategi untuk menjaga kinerja perusahaan. “Strateginya adalah secara konsisten mengembangkan ekosistem bisnis digital,” tuturnya.

Sepanjang kuartal I/2023, Lippo Insurance mencatatkan peningkatan jumlah beban sebesar 138,49 persen yoy dari Rp400,87 miliar menjadi Rp956,03 miliar. Rinciannya, beban tersebut dikontribusikan oleh pos klaim bruto yang naik 129,99 persen yoy menjadi Rp955,33 miliar, dari sebelumnya hanya Rp415,37 pada kuartal I/2022.

Selain itu, beban usaha Lippo Insurance juga naik 2,27 persen yoy dari Rp50,45 miliar pada 31 Maret 2022 menjadi Rp51,60 miliar pada 31 Maret 2023.

Sepanjang tahun berjalan, total aset LPGI tercatat naik 7,74 persen secara year-to-date (ytd) menjadi Rp3,15 triliun, dari Rp2,93 triliun per 31 Desember 2022.

Untuk rasio pencapaian solvabilitas, risk-based capital (RBC) LPGI berada di angka 204 persen per 31 Maret 2023. Kondisi itu membaik jika dibandingkan dengan posisi akhir 2022 dengan angka 182 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rika Anggraeni
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper