Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Geliat Emiten Bank Genjot Kredit Sindikasi pada Paruh Kedua 2023

Sejumlah emiten perbankan telah bergeliat menyalurkan kredit sindikasi pada awal semester II/2023 yang menyasar sektor infrastruktur hingga leasing.
Ilustrasi Bank/Istimewa
Ilustrasi Bank/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah bank telah bergeliat menyalurkan kredit sindikasi mereka pada awal paruh kedua 2023. Sejumlah sektor banyak disasar mulai dari infrastruktur hingga perusahaan pembiayaan.

PT Bank Permata Tbk. (BNLI) misalnya, menjadi mandated lead arranger (MLA) dan bookrunner dalam pembentukan fasilitas kredit sindikasi yang diberikan kepada PT Tirta Rindang Unggul Ekatama Finance atau TRUE Finance. Nilai kredit sindikasi yang disalurkan maksimum Rp450 miliar. 

Dalam menyalurkan kredit sindikasi tersebut, BNLI menggaet bank lainnya, yakni PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI), Bank Papua, Bank Jateng, Bank Sulselbar, dan Bank Bengkulu. 

Direktur PermataBank Herwin Bustaman mengatakan, fasilitas kredit sindikasi diberikan sebagai komitmen BNLI turut serta mendukung pertumbuhan dan pemulihan ekonomi nasional. Bank memilih menyalurkan kredit sindikasi kepada perusahaan pembiayaan karena dinilai mencatatkan performa keuangan yang positif selama pandemi. 

"Kerja sama ini juga merupakan komitmen PermataBank dalam upaya kami sebagai universal bank dalam memberikan produk dan layanan pada seluruh segmen lintas generasi," tutur Herwin dalam keterangan tertulis pada Selasa (29/8/2023).

Melalui kredit sindikasi tersebut, TRUE Finance mencanangkan target penjualan pada 2023 sebesar Rp1,5 triliun dengan fokus pembiayaan kendaraan bermotor roda empat jenis komersial atau niaga serta kendaraan penumpang bekas, yang mulai menggeliat kembali pascaperiode pandemi Covid-19.

Bank-bank lainnya pun tercatat gencar menyalurkan kredit sindikasi pada paruh kedua 2023. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) misalnya, mengacu data Bloomberg League Table Reports, tercatat telah menyalurkan kredit sindikasi dari sisi MLA sebesar US$398,24 juta pada paruh kedua 2023.

Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Susana Indah Kris Indriati mengatakan, kredit dengan skema sindikasi merupakan bentuk komitmen perseroan mempercepat ekspansi usaha dan pengembangan bisnis pelaku usaha yang berkontribusi langsung terhadap perekonomian di dalam negeri. 

“Sejalan dengan laju ekonomi yang membaik, kami melihat pertumbuhan sektor riil mengarah ke level positif dan kebutuhan penyaluran kredit sindikasi di tahun 2023 juga cukup baik,” ujar Indah dalam keterangan tertulis, Minggu (23/7/2023).

Lebih lanjut, Indah menilai dengan kondisi likuiditas bank yang solid serta tingkat suku bunga saat ini, beberapa perusahaan lebih memilih fundraising melalui kredit sindikasi dibandingkan dengan penerbitan surat berharga. 

“Sebagai bank yang fokus pada bisnis wholesale, Bank Mandiri memiliki keunggulan serta komitmen yang kuat dalam dukungan kepada pembiayaan berskema sindikasi. Kami berharap upaya ini juga dapat menjadi katalis pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tuturnya.

Bank Mandiri telah menyalurkan kredit sindikasi kepada sejumlah sektor pada tahun ini, di antaranya energi hingga infrastruktur. Terdapat sejumlah perusahaan yang mendapatkan fasilitas kredit sindikasi bank, di antaranya PT Perusahaan Gas Negara Tbk hingga anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA), yakni PT Wika Realty.

Bank Mandiri pun menyasar sejumlah sektor yang menarik untuk disasar, seperti infrastruktur, kawasan industri, nikel pendorong kendaraan listrik (electric vehicle/EV), telekomunikasi, maupun jasa kesehatan.

PT Bank Syariah Indonesia Tbk. atau BSI (BRIS) pun tercatat bergeliat menyalurkan kredit sindikasi pada paruh kedua 2023. Berdasarkan data Bloomberg League Table Reports, BSI telah menyalurkan pembiayaan sindikasi sebesar US$33,24 juta pada paruh kedua 2023 dari sisi MLA.

Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, tahun ini BSI memang akan gencar menyalurkan pembiayaan korporasi, termasuk dengan skema sindikasi.

"Tahun ini untuk sindikasi kami lihat market-nya. Akan tetapi kami masih optimistis juga tetap waspada," katanya.

Mengacu data dari Bloomberg League Table Reports, kredit sindikasi dari sisi MLA yang telah disalurkan di Indonesia mencapai US$941,28 juta. Bank Mandiri masih menjadi penyumbang kredit sindikasi terbesar dengan pangsa pasar 42,31 persen. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) membuntuti BMRI di posisi kedua dengan pangsa pasar 19,23 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper