Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BI Rate Naik, BNI (BBNI) Siap-siap Sesuaikan Suku Bunga Kredit

BNI (BBNI) bersiap-siap untuk menyesuaikan suku bunga kredit setelah BI rate naik jadi 6%.
Karyawan melayani nasabah di kantor cabang PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), Jakarta, Jumat (30/12). /Bisnis-Abdurachman
Karyawan melayani nasabah di kantor cabang PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), Jakarta, Jumat (30/12). /Bisnis-Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA — Suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) telah terkerek naik 25 basis poin (bps) ke level 6%. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) pun membuat ancang-ancang untuk melakukan penyesuaian pada suku bunga kreditnya.

Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini mengatakan kenaikan suku bunga acuan merupakan langkah preemptif dari BI sebagai antisipasi fluktuasi kenaikan suku bunga The Fed. Adapun, dari kenaikan suku bunga acuan itu perbankan pun menyiapkan sejumlah langkah.

"Dari suku bunga kredit, mungkin ada adjustment yang dilakukan, namun kami selektif memperhatikan kondisi nasabah dan kondisi pasar," kata Novita dalam paparan kinerja kuartal III/2023 BNI pada Selasa (31/10/2023).

BNI sendiri telah menerapkan suku bunga dasar kredit (SBDK) masing-masing untuk kredit korporasi 8,05%, kredit ritel 8,3%, kredit konsumer jenis kredit pemilikan rumah (KPR) 7,3%, dan kredit konsumer non KPR 8,8% per Agustus 2023 sesuai data Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sementara itu, Novita mengatakan tren suku bunga tinggi bisa saja berdampak ke kinerja bank. Oleh karena itu, BNI menyiapkan antisipasi.

"Bank berupaya memperkuat pengelolaan biaya dana [cost of fund] di tengah kondisi itu," ujarnya. BNI mencatatkan biaya dana di level sekitar 2% pada kuartal III/2023. Novita menjelaskan biaya dana saat ini masih lebih rendah dibandingkan pandemi Covid-19 di level 3%.

Sebagai upaya mengelola biaya dana, BNI pun mendongkrak dana murah atau current account saving account (CASA) berbasis transaksi. 

"Kami juga proaktif jaga monentum kredit dan kami jaga NIM [margin bunga bersih/net interest margin] di tingkat margin optimal," katanya.

Sebelumnya, Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan sebenarnya masyarakat sudah tahu tendensi tren suku bunga akan naik.

"Ini bukan suatu masalah di banyak sektor, antisipasi sudah dimulai," katanya dalam acara BNI Investor Daily Summit 2023 pada pekan lalu (24/10/2023).

Menurutnya nasabah pun mesti tenang dan tak perlu khawatir akan kenaikan suku bunga acuan yang kemungkinan merembet pada kenaikan suku bunga kredit.

Pasalnya, kata dia, perbankan tidak akan semena-mena naikan suku bunga. Dia menilai bank akan lihat dari kondisi nasabah masing-masing.

Sebagaimana diketahui, naiknya suku bunga acuan telah diumumkan BI dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) 18 Oktober 2023 dan 19 Oktober 2023. Kenaikan ini merupakan yang pertama kali setelah BI menahan suku bunga acuan pada level 5,75% selama 8 bulan terakhir. Adapun, sejak pertengahan tahun lalu, suku bunga acuan BI telah naik 250 bps.

Saat suku bunga acuan BI mengalami kenaikan, suku bunga deposito bank ikut terkerek naik, di mana suku bunga deposito perbankan jangka waktu 1 bulan menjadi 4,28% pada September 2023 dari bulan sebelumnya yaitu 4,23%.

Sementara itu, suku bunga kredit pada September 2023 juga naik ke level 9,36% dari bulan sebelumnya 9,34%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper