Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terus Merosot, Bursa Umumkan UMA Saham Bank Mayapada (MAYA)

Bursa mengumumkan unusual market activity (UMA) saham Bank Mayapada (MAYA) terkait dengan penurunan harga saham di luar kebiasaan.
Pekerja melakukan perawatan gedung di dekat logo Bank Mayapada di Jakarta, Selasa (25/10/2023). - Bisnis/Arief Hermawan P
Pekerja melakukan perawatan gedung di dekat logo Bank Mayapada di Jakarta, Selasa (25/10/2023). - Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan adanya penurunan harga saham PT Bank Mayapada Internasional Tbk. (MAYA) di luar kebiasaan atau unusual market activity (UMA).

Dalam pengumuman bertanggal 23 Januari 2024, otoritas Bursa menyampaikan pengumuman tersebut dirilis dalam rangka perlindungan investor. Walaupun demikian, pengumuman UMA bukan berarti perusahaan bersangkutan melanggar regulasi di pasar modal.

"Pengumuman Unusual Market Activity [UMA] tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal," tulis BEI dikutip Rabu (24/1/2024).

Sebagai informasi, saham MAYA terpantau merosot pada satu minggu terakhir dengan penurunan sebesar 32,46% menurut data RTI. Pada perdagangan minggu lalu, sempat mengalami penguatan pada 17 Januari 2024 dan 18 Januari 2024 masing-masing sebesar 1,79% dan 3,51%.

MAYA juga terpantau memimpin top losers alias menjadi saham paling boncos di Bursa selama sepekan periode 15-19 Januari 2024.

Sepanjang 1 bulan terakhir, MAYA juga melemah hingga 61,63%. Pada perdagangan hari ini, saham bank milik konglomerat Dato' Sri Tahir tersebut dibuka pada harga 158 per saham dan bergerak pada level 149 hingga 163 per saham.

Bursa juga menambahkan, informasi terakhir mengenai Bank Mayapada adalah mengenai pencatatan saham pada 22 Januari 2024 yang dipublikasikan melalui situs BEI.

Sehubungan dengan pengumuman UMA atas saham MAYA, Bursa juga menyampaikan saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham tersebut.

Investor pun diimbau untuk terus memperhatikan jawaban Bank Mayapada atas permintaan konfirmasi Bursa dan mencermati kinerja perusahaan dan keterbukaan informasinya.

Bursa juga meminta investor untuk mengkaji kembali rencana corporate action perseroan apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS. [Dan] Mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi," tulis Bursa.

Sebelumnya, Bank Mayapada menggelar penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) XIV atau right issue sebanyak 26,74 miliar lembar. Periode pelaksanaan right issue itu pada 15 Januari 2024 hingga 19 Januari 2024.

Bank Mayapada memproyeksikan dana yang diperoleh dari gelaran right issue itu berjumlah sebanyak-banyaknya sebesar Rp4,01 triliun.

Rencananya, dana yang diperoleh dari PMHMETD XIV setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan dipergunakan seluruhnya oleh perseroan untuk modal kerja dalam rangka pengembangan usaha terutama dalam pemberian kredit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper