Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Utang Pinjol Sentuh Rp22,57 Triliun pada Akhir 2023, Jawa Barat Tertinggi

Data Statistik OJK pada Rabu (7/2/2024) menunjukkan angka penyaluran pinjaman online (pinjol) meningkat dua digit, tepatnya sebesar 15,60% yoy.
Warga mencari informasi tentang pinjaman oniline di Jakarta, Rabu (10/1/2024). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Warga mencari informasi tentang pinjaman oniline di Jakarta, Rabu (10/1/2024). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat industri financial technology peer-to-peer (fintech P2P) lending atau lebih dikenal dengan pinjaman online (pinjol) menyalurkan pinjaman kepada peminjam dana (borrower) senilai Rp22,57 triliun pada Desember 2023.

Data Statistik P2P Lending Periode Desember 2023 yang dipublikasikan OJK pada Rabu (7/2/2024) menunjukkan angka penyaluran pinjaman online meningkat dua digit, tepatnya sebesar 15,60% jika dibandingkan periode yang sama 2022 senilai Rp19,53 triliun.

Menariknya, jumlah penerima pinjaman online turun 26,59% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari 13,72 juta akun per Desember 2022 menjadi 10,06 juta akun pada Desember 2023. Artinya, angka penerima pinjol turun dibandingkan nilai penyaluran pinjaman yang terus mendaki.

Saat ditelusuri lebih jauh, Jawa Barat menjadi provinsi yang paling banyak menerima pinjol senilai Rp6,24 triliun pada Desember 2023, melonjak 31,95% yoy dari Rp4,73 triliun.

Kucuran pinjol ke Jawa Barat mengambil porsi sebesar 27,65% terhadap total penyaluran. Jika hanya difokuskan ke provinsi Jawa, wilayah Jawa Barat mengambil kue hingga 35,49%. Adapun, penyaluran pinjol ke wilayah Jawa mencapai Rp17,58 triliun.

Sementara itu, jumlah penerima pinjaman di provinsi Jawa Barat turun 21,24% yoy dari 3,83 juta akun menjadi 3,02 juta akun.

Selanjutnya, posisi penerima pinjol tertinggi kedua adalah DKI Jakarta, yaitu senilai Rp4,12 triliun. Namun, penyaluran pinjaman ke provinsi DKI Jakarta turun 17,85% yoy dari sebelumnya mencapai Rp5,02 triliun.

Penurunan pinjol yang terjadi di provinsi DKI Jakarta sejalan dengan jumlah penerima pinjaman yang juga turun 39,41% yoy menjadi 1,67 juta akun dari sebelumnya 2,76 juta akun penerima pinjol.

OJK kembali mencatat penyaluran pinjaman tertinggi masih berada dalam wilayah Jawa, yaitu Jawa Timur yang menerima pinjol senilai Rp3,21 triliun pada Desember 2023 dari periode yang sama tahun sebelumnya hanya Rp2,51 triliun, meningkat 27,93% yoy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper