Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pengguna Paylater di Indonesia 13,4 Juta Orang, Jawa Barat Terbanyak

Pengguna paylater di Indonesia mencapai 13,4 juta orang per Desember 2023.
Ilustrasi seseorang menggunakan fitur paylater. Dok Freepik
Ilustrasi seseorang menggunakan fitur paylater. Dok Freepik

Bisnis.com, JAKARTA— PT Pefindo Biro Kredit mencatat ada sekitar 13,4 juta orang di Indonesia berutang menggunakan layanan Buy Now Pay Later (BNPL) atau paylater per Desember 2023. 

Direktur Utama Pefindo Biro Kredit Yohanes Arts Abimanyu menyebut bahwa jumlah pengguna paylater tersebut meningkat 1,12% apabila dibandingkan Desember 2022. 

“Berdasarkan data yang ada di IdScore, total pengguna paylater aktif pada pelaporan Desember 2023 di Indonesia sebesar 13.405.272, atau meningkat sebesar 1,12% secara yoy [year on year],” tutur Abimanyu kepada Bisnis, Kamis (7/3/2024). 

Adapun pengguna paling banyak tersebar di provinsi Jawa Barat yang mencapai 28,7%. Kemudian disusul DKI Jakarta mencapai 13,85%, Jawa Timur 13,36%, dan Jawa Tengah 12,46%. 

Kemudian, 7,95% pengguna lainnya tersebar di wilayah Banten. Ada juga di Sumatera Utara dan Sumatera Selatan masing-masing 3,74% dan 2,92%. Selain itu pengguna paylater juga tersebar di wilayah Yogyakarta mencapai sekitar 2,48% dari keseluruhan total pengguna. 

Provinsi lainnya yakni Lampung dan Riau yang mencapai 2,47% dan 2,27% dari 13,4 juta pengguna paylater di Indonesia. 

Dari segi demografi kelompok usia, pengguna paylater paling banyak adalah generasi milenial yang lahir antara tahun 1981 hingga 1996. Pengguna paylater yang masuk kelompok tersebut rata-rata mencapai 6,99 juta debitur per bulan. 

Kemudian disusul generasi Z yang lahir pada 1997—2012, di mana rata-rata pengguna per bulan mencapai 4,59 juta debitur. Generasi X yang lahir pada 1965–1980 juga menggunakan layanan tersebut, di mana jumlah pengguna paylater dengan kelompok usia tersebut mencapai rata-rata 1,62 juta debitur per bulan. 

Sementara baby boomer yang lahir antara 1946–1964 sekitar rata-rata 86.332 debitur per bulannya. Tidak hanya paling banyak menggunakan paylater, generasi milenial juga menyumbang kredit bermasalah paling besar. 

Bahkan kredit macet generasi milenial mencapai Rp1,27 triliun dari total Rp2,12 triliun catatan kredit macet per Desember 2023. Kemudian disusul oleh generasi Z dengan catatan kredit macet mencapai Rp460 miliar, sementara gen X mencapai Rp350 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper