Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ekonomi Global Gonjang-ganjing, OJK: Perbankan RI Masih Solid

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan catatan terkait kondisi perbankan Indonesia saat ekonomi global gonjang-ganjing.
Logo Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Logo Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Bisnis.com, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kinerja perbankan Indonesia masih solid di tengah kondisi pelemahan pasar properti komersial yang dapat menguji kerentanan perbankan global.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyebut pada posisi Januari 2024, ada tiga sektor ekonomi penyumbang kredit terbesar, yakni sektor rumah tangga sebesar 23,67%, perdagangan besar senilai 15,8%, dan industri pengolahan 15,65%. 

“Sedangkan sektor Real Estate hanya menyumbang 5,09% total kredit sektor perbankan,” katanya dalam pertemuan Basel Committee on Banking Supervision (BCBS) pada 28 – 29 Februari 2024 di Madrid, Spanyol.

Sebagaimana diketahui, pertemuan BCBS memang membahas perkembangan terkini kondisi perbankan global, termasuk tekanan yang dialami oleh sektor perbankan di beberapa yurisdiksi 

BCBS menilai pelemahan pasar properti komersial khususnya di Amerika Serikat dan Kanada dipicu oleh tren bekerja secara hybrid yang berlanjut pasca-pandemi yang mengakibatkan tingkat kekosongan (vacancy rate) perkantoran yang tinggi. Kondisi demikian berpotensi meningkatkan risiko kredit perbankan.

Sementara itu, di Eropa khususnya di Inggris, biaya dana (cost of fund) yang meningkat akibat adanya peningkatan suku bunga acuan diprediksi akan menghambat pertumbuhan perusahaan private equity dan private credit

Pada pertemuan BCBC, perbankan global yang mempunyai eksposur terhadap kedua lembaga keuangan non-bank tersebut diminta untuk meningkatkan kehati-hatiannya agar dampaknya tidak memberi efek rembetan kepada sektor perbankan.

Di tengah sejumlah risiko yang mengintai, nyatanya berbagai indikator menunjukkan bahwa perbankan Indonesia dalam kondisi yang baik. 

Tercatat, pada posisi Januari 2024, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) sebesar 27,54% dengan rasio modal inti (Tier 1 capital) terhadap CAR sebesar 94,41%. Sebagai perbandingan, rasio modal inti perbankan Amerika Serikat 14,41% dan Uni Eropa sebesar 17,03%. 

Selain itu, kinerja likuiditas perbankan Indonesia terjaga dengan baik, antara lain ditunjukkan dengan Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 231,14%.

Kondisi likuiditas tersebut juga jauh lebih baik dibandingkan dengan rasio LCR di yurisdiksi lain. Di Uni Eropa misalnya, rasio LCR masing-masing sebesar 158,78% dan 125,8%.

Lebih lanjut, Dian menyampaikan OJK telah mengambil sejumlah langkah agar pengaturan di sektor perbankan Indonesia sejalan dengan berbagai inisiatif yang sudah atau sedang dilakukan oleh BCBS.

“Indonesia telah seluruhnya mengadopsi kerangka Basel III reforms pada Januari 2024 atau lebih cepat dibanding yurisdiksi seperti Uni Eropa dan Amerika Serikat yang baru akan mengimplementasinya pada Juli 2025,” ujarnya.

Selain itu, sebagai bentuk dukungan kebijakan dari OJK, pihaknya telah menerbitkan consultative paper terkait prinsip manajemen yang efektif atas risiko keuangan terkait iklim, taksonomi untuk keuangan berkelanjutan, dan panduan climate risk management & scenario analysis (CRMS)

OJK akan terus mengantisipasi berbagai dinamika kebijakan ekonomi dan perbankan global. Tensi geopolitik global dan volatilitas kondisi pasar masih akan terus terjadi dengan berbagai dinamikanya. 

"Koordinasi antar-otoritas terutama OJK dengan Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan yang tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) akan terus ditingkatkan guna memastikan stabilitas sistem keuangan nasional tetap terjaga," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper