Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bos Bank Mandiri (BMRI) Ungkap Likuiditas jadi Tantangan Perbankan 2024

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengungkapkan jika perbankan menghadapi tantangan likuiditas pada tahun ini.
Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menyampaikan paparan kinerja perseroan pada triwulan I/2023 di Jakarta,  Selasa (18/4/2023). /Bank Mandiri
Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menyampaikan paparan kinerja perseroan pada triwulan I/2023 di Jakarta, Selasa (18/4/2023). /Bank Mandiri

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) Darmawan Junaidi mengungkapkan salah satu tantangan yang akan dihadapi perbankan pada tahun ini.

Darmawan menjelaskan kondisi likuiditas pada 2024 sedikit berbeda dengan kondisi tahun lalu. Menurutnya, likuiditas perbankan saat ini memang dalam kondisi yang cukup meskipun mengalami penurunan. Namun, untuk mendukung pertumbuhan penyaluran kredit dinilai tidak seleluasa seperti tahun-tahun sebelumnya.

Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan target pertumbuhan kredit bank sebesar 9% hingga 11%, sedangkan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 6% hingga 8% sepanjang 2024.

Hingga Februari 2024, berdasarkan Bank Indonesia (BI), kredit bank tumbuh 11,28% yoy, sedangkan pertumbuhan DPK sebesar 5,66% yoy. Jika melihat data tersebut, terdapat gap antara pertumbuhan kredit dengan simpanan nasabah perbankan.

Simpanan nasabah atau DPK pada Februari 2023, atau pada periode yang sama tahun sebelumnya, masih tumbuh sebesar 8,18% yoy saat kredit tumbuh 10,64% secara tahunan.

"Jadi, ini merupakan tantangan juga. Kalau kita lihat, sekarang semua bank mungkin akan membukukan pertumbuhan biaya bunga yang lebih tinggi," ujarnya di Jakarta, Senin (1/4/2024).

Hal tersebut, lanjutnya, akan berpengaruh terhadap kinerja profitabilitas bank. Darmawan menilai kinerja bank pada 2024 akan ditentukan oleh kondisi di paruh kedua, meskipun diyakini tetap akan ada pertumbuhan positif.

Pasalnya, pada semester II tahun ini diprediksi suku bunga global akan mulai menurun, yang juga akan diikuti suku bunga acuan di dalam negeri. "Sehingga, market mulai melihat penurunan suku bunga, yang tentunya nanti kita juga tawarkan ke masyarakat dengan suku bunga yang lebih rendah," ujarnya.

Sebelumnya, BI juga telah memperkirakan suku bunga bank sentral AS atau Fed Funds Rate baru menurun pada semester II/2024. The Fed belum akan menurunkan suku bunga secara cepat pada paruh pertama tahun ini karena penurunan inflasi global tertahan.

Meskipun menghadapi tantangan likuiditas pada tahun ini, Darmawan menegaskan Bank Mandiri siap mendukung pertumbuhan ekonomi ke depan. Perseroan juga akan bertumbuh dengan tetap menjaga kualitas pembiayaan.

"Kualitas kami jaga, NPL 2023 di kisaran 1,02% untuk bank only dan kami pertahankan hingga dua bulan pertama 2024. Hingga akhir tahun kami jaga kualitas," ujar Darmawan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper