Bisnis.com, JAKARTA— PT Asuransi Umum BCA atau BCA Insurance mencatatkan laba setelah pajak sebanyak Rp227 miliar pada 2024. Angka tersebut naik 27,35% secara tahunan (year on year/YoY) apabila dibandingkan dengan Rp178 miliar pada 2023.
Dikutip dari laporan keuangan BCA Insurance di Harian Bisnis Indonesia, Kamis (27/3/2025) kenaikan laba perusahaan didukung oleh kinerja yang positif selama 2024. Perusahaan mencatatkan kenaikan premi bruto mencapai Rp1,27 triliun.
Angka tersebut naik 22,45% YoY apabila dibandingkan dengan Rp1,03 triliun pada 2023. Jumlah premi bruto pada 2024 terdiri dari pendapatan premi yang mencapai Rp1,72 triliun dan komisi dibayar Rp454 miliar.
BCA Insurance juga mencatatkan kenaikan hasil underwriting 7,33% YoY menjadi Rp227 miliar pada 2024. Pada tahun sebelumnya hasil underwriting perusahaan hanya mencapai Rp178 miliar.
Di sisi lain, hasil invetasi juga mengalami kenaikan sebanyak 23,82% YoY menjadi Rp158 miliar. Sebelumnya hasil investasi BCA Insurance mencapai sebanyak Rp127 miliar.
Dari sisi ekuitas, perusahaan memiliki kekuatan modal sebanyak Rp1,37 triliun pada 2024. Modal yang dimiliki perusahaan naik 10,52% YoY dari sebelumnya Rp1,24 triliun pada 2023.
Baca Juga
Lebih lanjut, perusahaan memiliki liabilitas yang ditanggung mencapai sebanyak Rp2 triliun. Liabilitas yang ditanggung naik 13,96% YoY dari sebelumnya Rp1,76 triliun. Jumlah aset perusahaan mencapai sebanyak Rp3,38 triliun pada 2024. Aset perusahaan tersebut naik 12,54% YoY dari sebelumnya Rp3 triliun. Aset tersebut terdiri dari aset investasi sebanyak Rp2,47 triliun dan aset bukan investasi Rp909 miliar.
Perusahaan banyak menempatkan investasinya pada instrumen obligasi korporasi sebanyak Rp939 miliar dan Surat Berharga Negara (SBN) sebanyak Rp612 miliar pada 2024.
Tingkat kesehatan finansial masyarakat dilihat dari Risk Based Capital (RBC) mencapai 383%. Angka tersebut masih berada di atas ambang batas yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yakni sebanyak 120%.