Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BI Rate Turun 75 Bps sejak Awal 2025, Begini Gerak Bunga Kredit dan Simpanan Terbaru

BI telah memangkas BI Rate sebesar 75 bps sejak awal 2025, menurunkan suku bunga acuan dari 5,75% menjadi 5,00% pada Agustus 2025.
Ilustrasi suku bunga bank. /Freepik
Ilustrasi suku bunga bank. /Freepik
Ringkasan Berita
  • Suku bunga kredit dan simpanan perbankan di Indonesia mengalami tren penurunan pada Juli 2025.
  • Penyaluran kredit perbankan tetap tumbuh meski melambat, dengan total kredit mencapai Rp7.933,6 triliun pada Juli 2025, didorong oleh pertumbuhan kredit korporasi dan investasi.
  • Bank Indonesia telah memangkas BI Rate sebesar 75 basis poin sejak awal 2025, menurunkannya ke level 5,00% pada Agustus 2025, sebagai bagian dari pelonggaran kebijakan moneter untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

* Ringkasan ini dibantu dengan menggunakan AI

Bisnis.com, JAKARTA — Suku bunga perbankan kembali bergerak turun pada Juli 2025. Rata-rata tertimbang suku bunga kredit bulan lalu tercatat 9,15%, sedikit lebih rendah dibandingkan posisi Juni 2025 sebesar 9,16%. 

Menurut data Uang Beredar Bank Indonesia, bunga simpanan berjangka atau deposito ikut melandai di hampir semua tenor. Untuk tenor 1 bulan turun menjadi 4,8% dari 4,86%. 

Lalu tenor tiga bulan menjadi 5,72% dari 5,75%, tenor 12 bulan 5,02% dari 5,07%, dan tenor 24 bulan 4,47% dari 4,55%. Hanya bunga simpanan tenor 6 bulan yang bergerak naik tipis ke 6,07% dari 6,03%.

Di tengah penurunan suku bunga tersebut, penyaluran kredit perbankan tetap mencatat pertumbuhan. Total kredit pada Juli 2025 mencapai Rp7.933,6 triliun atau naik 6,6% secara tahunan. Meski masih tumbuh positif, laju pertumbuhan itu melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang sempat menyentuh 7,6% yoy.

Pertumbuhan terutama ditopang kredit korporasi yang meningkat 9,3% yoy, sementara kredit kepada perorangan naik 3,5% yoy. 

Dari sisi jenis penggunaan, kredit modal kerja tumbuh 2,7% yoy, lebih rendah dibandingkan 4,2% yoy di Juni, dengan dorongan utama dari industri pengolahan, keuangan, real estat, dan jasa perusahaan. 

Adapun, kredit investasi mencatat pertumbuhan lebih kuat yakni 11,8% yoy, meski sedikit melambat dari 12,2% yoy bulan sebelumnya, terutama dari sektor pertambangan, keuangan, dan properti.

Sementara itu, kredit konsumsi tumbuh 7,9% yoy, setelah bulan sebelumnya 8,5% yoy, ditopang KPR, kredit kendaraan bermotor, dan multiguna. 

Di sisi lain, kredit properti naik 4,3% yoy, dengan kontribusi terbesar dari KPR dan KPA yang melesat 7,1% yoy, serta kredit real estat 3,9% yoy. Namun kredit konstruksi masih mencatat kontraksi 1% yoy.

Adapun kredit UMKM hanya naik 1,6% yoy, lebih lambat dari 2% yoy pada Juni. Kredit skala kecil masih menjadi penopang dengan pertumbuhan 9,9% yoy, di tengah kontraksi kredit mikro sebesar 3,1% yoy dan menengah 0,5% yoy. Dari sisi penggunaan, pertumbuhan UMKM terutama datang dari kredit investasi 4,3% yoy dan kredit modal kerja 0,6% yoy.

Halaman
  1. 1
  2. 2
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro