Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

GUBERNUR BANK INDONESIA: Agus Marto Diminta Prioritaskan Masalah Ini

BISNIS.COM, JAKARTA--Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih Agus D.W. Martowardojo menghadapi tantangan memberi solusi menciptakan tingkat suku bunga perbankan kepada industri yang bergerak di sektor riil agar lebih kompetitif.
Yoseph Pencawan
Yoseph Pencawan - Bisnis.com 31 Maret 2013  |  17:23 WIB
GUBERNUR BANK INDONESIA: Agus Marto Diminta Prioritaskan Masalah Ini
Bagikan

BISNIS.COM, JAKARTA--Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih Agus D.W. Martowardojo menghadapi tantangan memberi solusi menciptakan tingkat suku bunga perbankan kepada industri yang bergerak di sektor riil agar lebih kompetitif.

Hanya saja, keberpihakan tersebut diharapkan tidak sekedar menuntut kalangan perbankan nasional menggelontorkan fasilitas pembiayaan murah kepada industri dalam negeri, tanpa ada disertai upaya mendorong bank-bank di Indonesia berdaya saing.

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Maryono mengatakan tantangan gubernur bank sentral ke depan di antaranya yakni terkait isu resiprokal supaya perbankan dalam negeri memiliki kesempatan yang sama dengan bank asing yang beroperasi di Indonesia.

"Itu salah satu tantangan gubernur BI yang baru, bagaimana agar bank nasional setara dengan bank asing terutama dalam melakukan kegiatan ekspansi," ujarnya, Kamis (28/3/2013).

Maryono juga menggarisbawahi Agus Martowardojo dihadapkan pada kebijakan menjaga tingkat suku bunga agar mampu menggerakkan sektor riil.

"Tapi jangan sampai sektor riil-nya naik, tetapi peran bank tidak ikut mengalami pertumbuhan," ungkapnya.

Wakil Sekretaris Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Franky Sibarani menekankan gubernur bank sentral terpilih mampu memberi arah kebijakan industri perbankan nasional yang berpihak bagi perkembangan sektor riil di dalam negeri.

Menurutnya industri dalam negeri memiliki keterbatasan dalam memperoleh dana pinjaman dari perbankan nasional di tengah peta persaingan yang kian ketat dengan investor asing yang membangun basis industrinya di Indonesia.

"Investor asing bisa saja mendapat dukungan dari bank dari negaranya yang ada di Indonesia. Mereka tentu menawarkan rate lebih menarik, sementara pengusaha lokal mendapat rate lebih tinggi oleh bank di dalam negerinya sendiri. Tentu kita nggak akan bisa bersaing," ungkapnya.

Franky menyambut baik janji Agus Marto saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di depan Komisi XI DPR, pekan lalu.

Saat itu, Agus Marto berujar akan melakukan penertiban suku bunga simpanan, agar suku bunga kredit dapat turun dengan segera.

Saat ini, katanya komposisi dana pihak ketiga (DPK) perbankan bersumber dari deposito dan tabungan yang 50% bunga simpanan pada kedua jenis produk tersebut, di atas suku bunga penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Sebagai orang yang pernah berkecimpung hampir 25 tahun di industri perbankan nasional, Agus yakin mampu berdiskusi dengan kalangan perbankan, terkait upaya menerapkan suku bunga simpanan sesuai dengan ketentuan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

agus martowardojo gubernur bi agus marto gubernur bank indonesia

Sumber : Stefanus Arief Setiaji

Editor : Others
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top