Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BPJS Jelang Diberlakukan, Status PT Inhealth & PT Bijak Belum Putus

BISNIS.COM, JAKARTA—Sampai kini pemerintah belum memutuskan status anak perusahaan PT Askes dan anak perusahaan PT Jamsostek menjelang beroperasinya BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.
R Fitriana
R Fitriana - Bisnis.com 12 April 2013  |  08:07 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA—Sampai kini pemerintah belum memutuskan status anak perusahaan PT Askes dan anak perusahaan PT Jamsostek menjelang beroperasinya BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

Anak perusahaan PT Askes adalah PT Inhealth Indonesia, sedangkan anak perusahaan PT Jamsostek, PT Bijak.

Menurut Koordinator Advokasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Watch Timboel Siregar, proses transformasi dari kedua BUMN itu harus selesai tepat waktu, 1 Januari 2014 dan Juli 2015.

“Pemerintah dalam hal ini Kementerian BUMN belum memutuskan nasib anak-anak perusahaan itu, padahal ketentuannya BPJS tidak perlu memiliki anak perusahaan lagi,” katanya, Jumat (12/4).

Timboel menjelaskan BPJS harus fokus pada pekerjaannya dan menjalankan prinsip nirlaba, sesuai dengan sembilan prinsip di UU Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

Sebaiknya, dia menambahkan PT Inhealth dan PT Bijak dijual dengan harga pasar, sehingga hasil penjualannya dapat memperkuat permodalan dan aset BPJS.

Terkait dengan adanya keinginan Kemeneg BUMN untuk membeli PT InHealth, Timboel menilai sebaiknya tidak perlu dilakukan, karena ada BPJS yang diselenggarakan oleh negara.

“Untuk PT Bijak yang bisnisnya fokus pada penyediaan pekerja outsourcing, sebaiknya dibeli oleh Kemeneg BUMN, sehingga nanti ada BUMN khusus yang bergerak di bidang pekerja alih daya,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perusahaan jamsostek sjsn bpjs askes inhealth bijak nirlaba
Editor : Yoseph Pencawan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top