Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Strategi Keuangan: Kapan Mulai Menyiapkan Pensiun?

BISNIS.COM,JAKARTA--Bagi Anda yang masih memulai bekerja atau tengah menikmati masa-masa indah sebagai seorang pekerja kantoran atau karyawan, acapkali bicara soal pensiun masih dinilai jauh dari bayangan.
Stefanus Arief Setiaji
Stefanus Arief Setiaji - Bisnis.com 20 Juli 2013  |  10:23 WIB

BISNIS.COM,JAKARTA--Bagi Anda yang masih memulai bekerja atau tengah menikmati masa-masa indah sebagai seorang pekerja kantoran atau karyawan, acapkali bicara soal pensiun masih dinilai jauh dari bayangan.

Sejauh ini yang masih terbayang pastinya berusaha penuh untuk giat bekerja, memupuk kekayaan, sehingga mampu membahagiakan keluarga, minimal diri sendiri.

Padahal, pensiun merupakan kodrat yang dihadapi setiap pekerja atau karyawan, ketika usianya dinilai tidak produktif lagi.

Satu sisi, memiliki hari tua yang tenang tanpa beban atau tanggungan apapun, merupakan mimpi semua orang termasuk Anda. Lantas, kapan kita harus memulai menyiapkan masa pensiun ?

Sun Life Financial dalam laporannya, seperti dikutip Sabtu (20/7/2013) memberi sejumlah pandangan dan tips yang tepat untuk mulai memupuk tabungan dana pensiun.

1. Mendapatkan pekerjaan pertama
Ya, sekarang juga adalah waktu yang tepat untuk memulai mempersiapkan dana pensiun. Sejumlah kantor, tunjangan hari tua memang sudah dipersiapkan dengan memotong gaji bulanan Anda. Tapi coba Anda hitung kembali, apakah tunjangan dari kantor saja cukup untuk memenuhi kehidupan dan keinginan Anda di masa depan?

Jadi, mulailah menyisihkan 5%-10% gaji Anda untuk dana pensiun. Dengan nominal yang masih sedikit, Anda mungkin belum bisa berinvestasi. Tapi jangan jadikan hal tersebut halangan untuk menabung. Paling tidak Anda sudah membuat komitmen untuk menjalaninya secara rutin.

2. Menikah
Setelah menikah, otomatis tanggungan Anda akan bertambah. Bukan hanya soal pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari, menyiapkan dana pensiun juga jadi bukti tanggung jawab Anda terhadap pasangan.

Ajak pasangan Anda untuk merencanakan masa depan seperti apa yang Anda berdua inginkan kelak. Jika sudah sepakat, minta pasangan untuk membantu mewujudkannya. Lalu mulailah membicarakan berapa banyak yang akan Anda dan pasangan sisihkan setiap bulannya. Misalnya, menyisihkan 20% dari hasil pendapatan berdua setiap bulan.

3. Punya Anak
Anak juga salah satu tanggungan yang masa depannya perlu Anda perhitungkan saat pensiun nanti. Apalagi jika anak Anda masih bersekolah ketika Anda pensiun.

Selain kebutuhan sehari-hari, biaya sekolah dan menikah anak Anda juga harus masuk dalam perhitungan dana pensiun. Bisa dipastikan dananya tidak sedikit, bukan? Karena itu, sebaiknya Anda mulai merancang rencana pensiun dari sekarang.

Semakin cepat Anda menyiapkannya, semakin dekat Anda dengan masa depan impian. Jadi, mulailah dari sekarang menimang-nimbang dan putuskan segera produk investasi yang pas dengan karakter Anda, bisa lewat properti, emas, menabung, reksa dana, asuransi, atau produk investasi lainnya

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

personal finance dana pensiun tips pensiun
Editor : Ismail Fahmi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top