Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rasio Klaim Asuransi Pertanian Capai 857%, Inilah Upaya Meredam

Bisnis.com, JAKARTA - Rasio klaim dari asuransi pertanian diupayakan untuk turun dari 857% menjadi di bawah 100% dalam uji coba tahap kedua produk ini oleh PT Asuransi Jasa Indonesia pada Oktober tahun ini hingga Maret 2014.
Yodie Hardiyan
Yodie Hardiyan - Bisnis.com 21 Agustus 2013  |  19:37 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Rasio klaim dari asuransi pertanian diupayakan untuk turun dari 857% menjadi di bawah 100% dalam uji coba tahap kedua produk ini oleh PT Asuransi Jasa Indonesia pada Oktober tahun ini hingga Maret 2014.

Pada uji coba tahap pertama di lahan pertanian Kabupaten Oku Timur (Sumatera Selatan) dan Kabupaten Tuban serta Gresik (Jawa Timur) pada Oktober 2012-Maret 2013, klaim yang dibayarkan mencapai Rp961 juta.

Padahal, premi yang diraup hanya sekitar Rp112 juta sehingga klaim rasio dapat mencapai 857%. Peserta petani yang diikutkan kala itu berasal dari Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi dengan luas lahan 623,12 hektar.

Sebesar 80% premi asuransi pertanian pada uji coba tahap pertama di Jawa Timur dibayarkan oleh PT Petrokimia Gresik, sisanya oleh petani. Dalam uji coba tahap kedua, Jasindo berharap lebih dilibatkan dalam penentuan lokasi.

Sahata L.Tobing, Direktur Operasi Ritel Jasindo, mengatakan untuk memperjelas produk ini maka pihaknya dan pemerintah akan merumuskan pengertian lahan hingga petani.

“Sekarang sedang dalam kajian. September kami akan mulai bekerja,” kata Sahata dalam acara media gathering di kantornya, Rabu (21/8).

Asuransi pertanian ini merupakan amanat dari RUU tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani. Pemerintah diwajibkan untuk mengasuransikan petani dari risiko gagal panen yang disebabkan oleh banjir, kekeringan hingga organisme penganggu tanaman (OPT).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi pertanian sahata l tobing
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top