Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DAI Tegaskan Klaim Tak Bisa Cair Jika Melanggar Hukum

Bisnis.com, JAKARTA—Dewan Asuransi Indonesia (DAI) menegaskan bahwa klaim dari nasabah asuransi yang melanggar hukum dapat ditolak. DAI angkat bicara setelah kasus Ahmad Dhani dengan salah satu perusahaan asuransi jiwa merebak di masyarakat.
Tisyrin Naufalty Tsani
Tisyrin Naufalty Tsani - Bisnis.com 30 September 2013  |  19:00 WIB
DAI Tegaskan Klaim Tak Bisa Cair Jika Melanggar Hukum
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—Dewan Asuransi Indonesia (DAI) menegaskan bahwa klaim dari nasabah asuransi yang melanggar hukum dapat ditolak.
 
DAI angkat bicara setelah kasus Ahmad Dhani dengan salah satu perusahaan asuransi jiwa merebak di masyarakat.

Dalam kasus tersebut, anak Ahmad Dhani dianggap melanggar hukum karena tidak memiliki SIM serta mengendarai mobil padahal masih di bawah umur.
 
Ketua DAI Kornelius Simanjuntak mengatakan dalam asuransi, tidak semua risiko dijamin dalam sebuah polis asuransi.
 
“Tidak ada polis asuransi yang menjamin semua risiko,” katanya pada konferensi pers Senin (30/9/2013).
 
Dia mengatakan, masyarakat perlu memahami dengan baik polis asuransi yang dimilikinya untuk mencegah terjadinya sengketa.
 
DAI juga mengingatkan bahwa industri asuransi telah memiliki Badan Mediasi Asuransi Indonesia (BMAI).

Apabila masyarakat merasa dirugikan oleh perusahaan asuransi, DAI menganjurkan mereka meminta bantuan badan tersebut.
 
“Diharapkan [BMAI] memberi solusi dan penjelasan mengenai kasus-kasus yang dihadapi oleh tertanggung,” katanya.  (ra)


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ahmad dhani asuransi kecelakaan dai
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top