Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Laba Industri Perbankan Capai Rp58,43 Triliun Kuartal II/2014

Industri perbankan di Tanah Air berhasil membukukan laba Rp58,43 triliun, tumbuh 14,16% dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 26 Agustus 2014  |  13:55 WIB
Laba Industri Perbankan Capai Rp58,43 Triliun Kuartal II/2014
Ilustrasi - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA--Industri perbankan di Tanah Air berhasil membukukan laba Rp58,43 triliun, tumbuh 14,16% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Dalam statistik perbankan Indonesia yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dikutip Bisnis, Selasa (26/8/2014), pendapatan bunga bersih mencapai Rp132,9 triliun atau tumbuh 16,41% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, laju pertumbuhan fungsi intermediasi pada paruh pertama tahun ini mencapai Rp3.468 triliun, tumbuh 17,2% dari posisi Rp2.959 triliun secara year on year. Sedangkan laju himpunan dana pihak ketiga (DPK) masih lebih lambat dari laju kredit yakni 13,63% menjadi Rp3.834 triliun secara y-o-y.

Adapun margin bunga bersih (net interest margin/NIM) industri perbankan pada Juni 2014 bertengger di level 4,22%, tertekan hingga 121 basis poin (bps) dari posisi 4,22% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada Juni 2014, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) mencapai 19,45%, retun on assets (ROA) mencapai 3,02% dan rasio pembiayaan terhadap pendanaan (loan to deposit ratio/LDR) mencapai 90,25% dan beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) 75,45%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri perbankan
Editor : Nurbaiti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top