Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Kecil Makin Agresif

Kategori bank umum kegiatan usaha (BUKU) 1 dan 2 diprediksikan bakal tumbuh di atas pertumbuhan industri perbankan.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 24 November 2014  |  01:10 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Kategori bank umum kegiatan usaha (BUKU) 1 dan 2 diprediksikan bakal tumbuh di atas pertumbuhan industri perbankan.

Berdasarkan data Bank Indonesia, kelompok BUKU 1 mencatatkan pertumbuhan kredit paling tinggi mencapai  18,4% hingga September 2014 secara year on year. Pertumbuhan fungsi intermediasi BUKU 1, sejalan dengan DPK, yakni 20,33% pada kuartal III/2014.

BUKU 1 adalah bank-bank yang memiliki modal kurang dari Rp1 triliun. Pertumbuhan kredit tertinggi kedua, disusul oleh bank-bank bermodal Rp1 triliun--Rp5 triliun yakni BUKU 2.

Hingga September 2014, BUKU 2 mencatatkan pertumbuhan kredit dan DPK masing-masing 16,99% dan 14,26% secara year on year. Sedangkan BUKU 3 mencatatkan pertumbuhan kredit dan DPK masing-masing 10,71% dan 10,33%. Serta kredit dan DPK BUKU 4 mencapai 12,72% dan 14,28% secara year on year.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Halim Alamsyah mengungkapkan kelompok BUKU 1 dan 2 melihat kesempatan yang besar untuk menyalurkan pembiayaan. Dia mengungkapkan telah terjadi pergeseran tren.

"Ada pergeseran, bank-bank besar cenderung hati-hati dan kelompok bank kecil yang memiliki kelebihan likuiditas lebih berani memberikan kredit," ungkapnya, Jumat (21/11/2014).

Halim mengungkapkan kelompok BUKU 2 yang sudah memiliki rasio pembiayaan terhadap pendanaan (loan to deposit ratio/LDR) mencapai 97% akan sulit untuk mencatatkan pertumbuhan, kecuali bank tersebut mendapatkan tambahan modal atau deposito.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri perbankan bank kecil agresif
Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top