Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Laba BPD Prospektif

PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan (Bank Kalsel) dan PT Bank Lampung mencatatkan pertumbuhan yang lebih tinggi dari industri perbankan.
PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan (Bank Kalsel) dan PT Bank Lampung mencatatkan pertumbuhan yang lebih tinggi dari industri perbankan./BPD KALSEL
PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan (Bank Kalsel) dan PT Bank Lampung mencatatkan pertumbuhan yang lebih tinggi dari industri perbankan./BPD KALSEL

Bisnis.com, JAKARTA--PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan (Bank Kalsel) dan PT Bank Lampung mencatatkan pertumbuhan yang lebih tinggi dari industri perbankan.

Direktur Bisnis Bank Kalsel Supian Noor mengungkapkan pada tahun lalu Bank Kalsel berhasil membukukan laba senilai Rp297 miliar, tumbuh hingga 22,7% dari posisi Rp242 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurutnya, raihan laba tersebut ditopang oleh laju ekspansi kredit yang mencapai Rp7,1 triliun pada 2014, tumbuh sekitar 15% dari  posisi Rp6,2 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Supian mengatakan pada tahun ini Bank Kalsel memang  target optimis lebih baik dari tahun lalu.

"Dalam rencana bisnis bank (RBB) yang kami ajukan, kredit dan laba hendak tumbuh 18% dan 15% tahun ini," ucapnya, baru-baru ini.

Pada 2015, Bank Kalsel akan lebih maksimal untuk menggenjot penyaluran kredit pada sektor yang produktif. Sementara itu, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) tercatat lebih rendah daripada laju kredit. Adapun DPK yang dibukukan hingga akhir 2014 mencapai Rp7,89 triliun, tumbuh sekitar 8% dari posisi Rp7,3 triliun secara year on year.

Supian mengungkapkan pada akhir tahun lalu, perusahaan membukukan pertumbuhan yang melambat sebab cukup banyak dana-dana pemerintah daerah yang ditarik untuk pembangunan daerah. Dalam RBB 2015, Bank Kalsel memasang  target DPK hingga 18%, sejalan dengan laju kredit.

Di sisi lain, Statistik Perbankan Indonesia yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan laba BPD terkoreksi. Pada Oktober 2014, laba industri BPD tercatat Rp8,826 triliun, turun 17,7% year to date, penurunan didorong pendapatan bunga bersih sebesar 12,69% y-t-d.

Selain BPD asal Kalimantan tersebut, ada juga PT Bank Lampung, asal  Pulau Sumatra yang berhasil mencatatkan laba 2014 senilai Rp163,95 miliar, tumbuh 125,5% dari posisi Rp72,7 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama Bank Lampung Mangkoe Sasmito mengungkapkan peningkatan laba ditopang oleh penyaluran kredit. Adapun total fungsi intermediasi yang telah disalurkan Bank Lampung pada akhir tahun silam mencapai Rp3,51 triliun, bertumbuh 20,6% dari posisi Rp2,91 triliun secara year on year.

"Pada 2014, dana masyarakat yang berhasil dihimpun tumbuh lebih lamban dari kredit, tumbuh 17,87% dari posisi Rp2,63 triliun pada 2013 menjadi Rp3,1 triliun,"  tuturnya.

Pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang lebih lambat daripada kredit membuat peningkatan rasio pembiayaan terhadap pendanaan (loan to deposit ratio/LDR). Pada 2013, LDR Bank Lampung 110,56% menjadi 113,14% pada tahun silam.

Mangkoe mengatakan kinerja 2014 yang dipaparkan belum diaudit atau internal report. Sementara itu, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) hingga akhir tahun silam mencapai 18%.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper