Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jatuh Tempo Obligasi Multifinance Astra Rp9 Triliun

Sejumlah perusahaan pembiayaan yang terafiliasi dengan PT Astra International Tbk. (ASII) bersiap melunasi obligasi jatuh tempo yang nilainya mencapai Rp9,06 triliun dengan menggunakan kas perusahaan pada tahun ini.
Yodie Hardiyan
Yodie Hardiyan - Bisnis.com 11 Februari 2015  |  23:42 WIB
Astra Credit Company - acc.co.id
Astra Credit Company - acc.co.id

Bisnis.com, JAKARTA--- Sejumlah perusahaan pembiayaan yang terafiliasi dengan PT Astra International Tbk. (ASII) bersiap melunasi obligasi jatuh tempo yang nilanya mencapai Rp9,06 triliun dengan menggunakan kas perusahaan mulai pekan depan.

SIMAK: Ini Berbagai Penyakit Akibat Perceraian

Obligasi yang jatuh tempo tersebut adalah surat utang yang diterbitkan oleh PT Astra Sedaya Finance (ASDF) senilai Rp4,81 triliun, PT Federal International Finance (FIFA) senilai Rp2,4 triliun, PT Toyota Astra Financial Services (TAFS) Rp999 miliar dan PT Surya Artha Nusantara Finance (SANF) Rp806 miliar.

Obligasi yang akan jatuh tempo dalam waktu dekat adalah milik ASDF senilai Rp2 triliun pada Sabtu (21 /2/2015) serta obligasi Rp579,5 miliar pada Rabu (25/2/2015) dan obligasi TAFS senilai Rp88 miliar pada Senin (23/2/2015).

Presiden Direktur Astra Sedaya Finance Djojana Jody mengatakan kas internal yang dimiliki perusahaan dan collection (penarikan piutang) masih mencukupi untuk melunasi obligasi jatuh tempo tersebut.

"Setiap bulan collection kita sendiri mampu generate kas sekitar Rp2 triliun," katanya kepada Bisnis baru-baru ini.

Obligasi ASDF yang jatuh tempo tersebut bertenor 3 tahun dengan kupon 8%. Obligasi lain yang diterbitkan oleh perusahaan pembiayaan kendaraan bermotor tersebut antara lain Rp1,13 triliun (jatuh tempo 14 April 2015), Rp1 triliun (9 November) dan Rp100 miliar (27 Juni).

Djojana mengatakan pihaknya belum dapat memastikan apakah akan menerbitkan obligasi atau tidak pada tahun ini karena melihat situasi pasar "Harus dilihat timing dan sebagainya. Jadi kami masih mempelajari opsi terbaik," katanya.

Sementara itu, obligasi FIFA terdiri dari Rp805,5 miliar yang jatuh tempo pada 24 Maret serta berkupon 9,6% dan Rp1,63 triliun yang jatuh tempo pada 20 April serta berkupon 7,65%. Dalam melunasi obligasi tersebut, strategi yang dipakai oleh perusahaan pembiayaan spesialis sepeda motor itu hampir sama dengan ASDF yaitu menggunakan kas perusahaan.

"Pelunasannya dari kas," kata Presiden Direktur FIFA Suhartono kepada Bisnis.

Dalam kesempatan lain, SANF juga berencana melunasi obligasi jatuh tempo menggunakan kas. Kupon obligasi Rp807 miliar itu sebesar 8,4% dan tenor 3 tahun.

Direktur SANF Andrijanto mengatakan pihaknya memiliki kas yang cukup untuk melunasi obligasi jatuh tempo tersebut.

"Kami masih punya sekitar Rp1,7 triliun," katanya.

Berdasarkan catatan Bisnis, obligasi jatuh tempo pada tahun ini yang diterbitkan oleh industri pembiayaan mencapai Rp17,82 triliun atau lebih dari separuh total surat utang korporasi Indonesia sebesar Rp33,87 triliun.

Berdasarkan data yang dihimpun dari laman PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, obligasi jatuh tempo tersebut diterbitkan oleh 14 perusahaan pembiayaan atau sekitar 7% dari 200 multifinance yang beroperasi pada saat ini.

Selain dari obligasi, perusahaaan pembiayaan lain juga mengandalkan pinjaman perbankan sebagai salah satu sumber pendanaan utama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

multifinance astra toyota astra fif group fifastra
Editor : Yodie Hardiyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top