Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekonomi Masih Lesu, Industri Multifinance Diproyeksi Hanya Tumbuh 5%-10%

Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia memperkirakan Industri multifinance hanya tumbuh 5%-10% tahun depan lantaran masih tertekan sejumlah indikator ekonomi yang belum membaik.
Irene Agustine
Irene Agustine - Bisnis.com 19 November 2015  |  18:38 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia memperkirakan Industri multifinance hanya tumbuh 5%-10% tahun depan lantaran masih tertekan sejumlah indikator ekonomi yang belum membaik.

Suwandi Wiratno, Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) mengatakan prakiraan itu jauh lebih rendah dari rata-rata pertumbuhan industri dalam empat tahun terakhir yang dapat tumbuh 17,4% per tahun.

Sejumlah faktor yang bakal mempengaruhi industri yaitu depresiasi rupiah, kebijakan ekonomi global serta perkembangan ekonomi 2016.

“Dengan asumsi ekonomi 5%-5,3% pada 2016, diperkirakan industri pembiayaan dapat mencapai pertumbuhan 5%-10% pada 2016,” katanya, Kamis (19/11/2015).

Dia mengatakan depresiasi nilai tukar memang tidak berpengaruh langsung terhadap multifinance, namun dapat menyebar melalui Bank Umum.

Pasalnya, depresiasi rupiah dapat menyebabkan inflasi yang mendorong suku bunga Bank Umum naik. Akibatnya, biaya dana perusahaan akan terkerek di tengah masih rendahnya permintaan akibat penurunan daya beli.

Selain itu, Suwandi mengatakan implementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), pemberlakuan UU Minerba, harga komoditi dan produk pertambangan dan perpajakan turut mempengaruhi pertumbuhan industri tahun depan. 

Adapun, proyeksi bisnis pembiayaan itu jauh lebih baik dibandingkan dengan perkiraan pertumbuhan laba industri pembiayaan tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

multifinance appi
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top