Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

2016, Komposisi Investasi Dana Pensiun Lembaga Keuangan Tak Berubah

Komposisi investasi dana kelolaan industri Dana Pensiun Lembaga Keuangan pada 2016 diyakini tidak akan banyak berubah dari tahun-tahun sebelumnya.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 02 Februari 2016  |  20:36 WIB
2016, Komposisi Investasi Dana Pensiun Lembaga Keuangan Tak Berubah
DPLK - Ilustrasi/Bisnis
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Komposisi investasi dana kelolaan industri Dana Pensiun Lembaga Keuangan pada 2016 diyakini tidak akan banyak berubah dari tahun-tahun sebelumnya.

Nur Hasan Kurniawan, Ketua Asosiasi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK), menjelaskan portofolio investasi industri masih akan dominan di pasar uang, khususnya pada instrumen deposito. “Saya kira tidak akan berubah banyak dari tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya Nur Hasan, Selasa (2/2/2016).

Berbeda dengan dana pensiun pemberi kerja atau DPPK, jelasnya, portofolio investasi pada industri DPLK dipilih peserta, baik secara individu maupun korporasi. 

Karena itu, Nur Hasan mengatakan pelaku DPLK akan lebih prudent dalam memanfaatkan instrumen investasi. “Mau tidak mau harus menjaga risiko, dan itu lebih mudah di pasar uang,” sebut dia.

Menurut dia, pada tahun insutrmen investasi fix income juga masih akan menjadi pilihan potensil. Di sisi lain, kondisi pasar modal yang belum begitu kondusif akan memengaruhi pertumbuhan investasi DPLK pada instrumen tersebut.

Adapun, OJK mencatat per November 2015 dana kelolaan DPLK telah mencapai kisaran Rp45,73 triliun. Realisasi itu tumbuh sekitar 28,13% dibandingkan dana kelolaan industri DPLK yang tercatat sebesar Rp35,69 triliun pada akhir 2014.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dana pensiun lembaga keuangan
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top