Natal dan Tahun Baru, BI Malang Siapkan Uang Rp1,48 Triliun

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang menyiapkan dana Rp1,48 triliun untuk memenuhi kebutuhan bank menghadapi liburan panjang, Natal dan Tahun Baru 2017.
Choirul Anam | 20 Desember 2016 11:05 WIB
Karyawan menata uang rupiah di cash center sebuah bank. - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, MALANG—Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang menyiapkan dana Rp1,48 triliun untuk memenuhi kebutuhan bank  menghadapi liburan panjang, Natal dan Tahun Baru 2017.

Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Malang Bidang Sistem Pembayaran dan Manajemen Intern Rini Mustikaningsih mengatakan dana sebesar itu untuk memenuhi kebutuhan bank untuk melayani penarikan dana nasabahnya.

Dana tersebut  disiapkan untuk membayar gaji pekerja, bonus, maupun untuk masyarakat membiayai liburan. Juga pembayaran proyek-proyek pemerintah. Juga untuk pengisian mesin-mesin ATM bank.

“Dengan menyiapkan Rp1,48 triliun berarti ada kenaikan 10% bila dibandingkan realisasi outflow, arus keluar, kas pada Desember 2015 yang sebesar Rp1,34 triliun,” ujarnya di Malang, Selasa (20/12/2016).

Dia optimistis, dana sebesar itu sangat mencukupi bagi masyarakat yang membutuhkan untuk berbagai keperluan, termasuk liburan panjang Natal dan Tahun Baru 2017.

Apalagi realisasi arus keluar dana yang disiapkan BI sampai dengan 13 Desember, tidak besar bila dibandingkan dana yang disiapkan, yakni baru Rp600 miliar.

Namun bila dibandingkan dengan realisasi outflow kas pada bulan-bulan biasa, kata Kepala Kantor Perwakilan BI Malang Dudi Herawadi, memang sudah ada kenaikan yang signifikan. Pada bulan-bulan biasa, arus keluar kas BI Malang hanya mencapai Rp350 miliar.

Dia yakinkan bahwa sebenarnya dengan penggunaan uang elektronik maka berapa pun uang kartal yang disiapkan tidak akan bermasalah. Transaksi berapa pun tetap akan bisa dilakukan.

Dengan bertransaksi lewat transfer dana, maka justru lebih mudah. Masyarakat tidak perlu uang kartal.

Dana yang disiapkan Rp1,48 triliun itu, kata dia, termasuk uang rupiah emisi 2016. Namun besarannya hanya sekitar 10% dari total yang disiapkan karena pengiriman masih belum banyak.

Penyediaan uang rupiah pecahan baru emisi 2016 itu, tidak semata untuk pemenuhan kebutuhan merayakan Natal dan Tahun Baru 2017 terkait dengan libur panjang, namun untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap uang rupiah baru. Penggelontoran uang kartal rupiah emisi 2016 juga dimaksudkan sebagai upaya sosialisasi.

Dengan terbitnya uang kartal rupiah emisi 2016, tidak serta merta uang kartal emisi sebelumnya akan ditarik. Penarikannya dilakukan secara bertahap bersamaan dengan rusaknya uang kartal rupiah.

Dia memperkirakan selama lima tahun belum tentu uang kartal rupiah emisi sebelumnya ditarik semuanya, kecuali selama periode tersebut uang rupiah banyak yang rusak sehingga memang harus ditarik.

Jika selama periode lima tahun ternyata uang kartal rupiah emisi sebelum 2016 banyak yang rusak sehingga yang tersisa sedikit, maka bisa saja semuanya bisa ditarik.

Uang kartal rupiah emisi sebelum 2016 yang tersisa bisa diganti dengan uang kartal rupiah emisi tahun ini. (k24)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Natal dan Tahun Baru, BI Malang

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top