Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Akhir Kuartal III, ROE Rerata 10 Bank Besar Tertekan

Rasio return on equity (ROE) atau rasio yang menunjukkan tingkat pengembalian bank terhadap modal rerata 10 bank besar terpantau menurun per akhir kuartal III/2016. Tahun depan, ROE bank diproyeksi flat seiring dengan pertumbuhan laba yang tak terlalu signifikan.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 22 Desember 2016  |  21:00 WIB
Akhir Kuartal III, ROE Rerata 10 Bank Besar Tertekan
Ilustrasi - www.udku.com.au

Bisnis.com, JAKARTA—Rasio return on equity (ROE) atau rasio yang menunjukkan tingkat pengembalian bank terhadap modal rerata 10 bank besar terpantau menurun per akhir kuartal III/2016. Tahun depan, ROE bank diproyeksi flat seiring dengan pertumbuhan laba yang tak terlalu signifikan.

David Sumual, ekonom PT Bank Central Asia Tbk., menuturkan pada September tahun lalu rerata ROE 10 bank besar berada di angka 14,7% dan menurun menjadi 12,2% di periode yang sama pada tahun ini. Penurunan ini sejalan dengan pertumbuhan laba bank yang secara umum melambat.

“Ada beberapa bank BUKU III yang mengalami penurunan laba cukup besar,” katanya kepada Bisnis.com, Kamis (22/12/2016).

Dari data yang dipaparkan David, 4 bank besar, yakni Bank Mandiri, BRI, BCA, dan BNI kompak mencatatkan penurunan ROE.

Dari keempat bank tersebut, Bank Mandiri mengalami penurunan ROE paling besar yakni sebesar 870 basis poin dari 22,5% menjadi 13,8%. ROE BCA juga menurun dari 22,2% menjadi 20,9%.

Dari sisi laba, Bank Mandiri memang membukukan penurunan laba bersih sebesar 17,6% secara tahunan menjadi Rp12 triliun dari Rp14,6 triliun.

Sedangkan tiga bank besar lainnya membukukan pertumbuhan laba yang positif, terutama BNI sebesar 28,7% secara tahunan.

Adapun, Bank Permata menjadi satu-satunya bank dari 10 besar yang mencatatkan ROE minus, yakni -9,8%. Pada September 2015, eminten dengan kode saham BNLI tersebut mencatatkan ROE sebesar 9,3%.

ROE yang dibukukan Bank Permata ini tidak lepas dari tren rugi bersih hingga kuartal III/2016. Per akhir September 2016, Bank Permata mencatatkan rugi bersih senilai Rp1,23 triliun yang disebabkan adanya penyisihan untuk pencadangan dalam jumlah yang signifikan.

Untuk tahun depan, David memproyeksi rasio ROE bank tidak akan jauh beda dibandingkan dengan tahun ini. “Kecenderungan mungkin flat untuk tahun depan,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan Return on Asset Return on Equity
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top