Alasan Clipan Finance Andalkan Segmen Mobil Bekas

Salah satu perusahaan multifinance, PT Clipan Finance Indonesia Tbk. (Clipan Finance) tetap mengandalkan pembiayaan mobil bekas sebagai kontributor utama dalam menyalurkan pembiayaan. Direktur Clipan Finance Engelbert Rorong membernarkan pembiyaan kendaraan mobil bekas masih mendominasi.nn
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 25 September 2017  |  22:33 WIB
Alasan Clipan Finance Andalkan Segmen Mobil Bekas
Penjualan mobil bekas. - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA -  Salah satu perusahaan multifinance, PT Clipan Finance Indonesia Tbk. (Clipan Finance) tetap mengandalkan pembiayaan mobil bekas sebagai kontributor utama dalam menyalurkan pembiayaan. Direktur Clipan Finance Engelbert Rorong membernarkan pembiyaan kendaraan mobil bekas masih mendominasi.

Sampai dengan Agustus 2017, total pembiayaan baru mencapi Rp4,9 triliun. Realisasi tersebut, lanjut Engelbert mengalami kenaikan signifikan, yaitu sebesar 112,2% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang hanya menyentuh angka Rp2,3 triliun.

“Pembiayaan mobil bekas masih menjadi kontributor utama mencapi 56% dari total pembiayaan baru Agustus 2017,” kata Engelbert kepada Bisnis.com

Dia memaparkan dari segmen pembiayaan mobil bekas perusahan dengan kode saham CFIN mencapai Rp2,7 triliun atau 56% dari total pembiayaan, kemudian pembiayaan mobil baru sebesar Rp1,6 triliun atau sebesar 33%, sedangkan pembiayaan modal kerja dan modal kerja sebesar Rp463 miliar atau 9%, sedangkan sisanya dari pembiayaan factoring.

Melihat adanya pertumbuhan tersebut dapat dikatakan bahwa permintaan pasar terhadap pembiayaan kendaraan bermotor yang sempat lesu, kini sudah mulai menunjukkan perbaikan.

Guna mengoptimalkan kinerja perusahan, menurutnya CFIN akan mengupayakan terus mengembangkan kinerja cabang dan akan melakukan pembukaan jaringan baru yang potensial. Selain itu, pihaknya juga mengembangkan hubungan yang kuat dan erat guna meningkatkan kepercayaan dan kepuasan nasabah dan mitra usaha.

“Dikuartal terakhir kami akan fokus untuk mengoptimalkan kinerja seluruh jariangan yang ada,” katanya.

Dia mengatakan hingga saat ini perseroan telah memiliki 64 jaringan pemasaran yang teridiri dari 45 kantor cabang dan 19 kantor pemasaran. Di sisi lain, Perseroan juga konsisten mencari sumber pendanaan yang kompetitif untuk dapat bersaing di market. Selain itu terus melakukan inovasi produk yang dapat memenuhi kebutuhan nasabah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
multifinance

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup