Pertumbuhan Kredit Rendah, BI Menilai Permintaan Belum Menggeliat

Bisnis.com, JAKARTA - Pertumbuhan kredit perbankan nasional masih rendah di awal 2018. Bank sentral mencatat, pada Januari 2018 pertumbuhan kredit perbankan sekitar 7,4% secara year on year. Angka tersebut lebih rendah dari pertumbuhan kredit pada Desember 2017 yang sebesar 8,2%.
Abdul Rahman | 22 Maret 2018 21:22 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Pertumbuhan kredit perbankan nasional masih rendah di awal 2018. Bank sentral mencatat, pada Januari 2018 pertumbuhan kredit perbankan sekitar 7,4% secara year on year. Angka tersebut lebih rendah dari pertumbuhan kredit pada Desember 2017 yang sebesar 8,2%.

Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia Linda Maulidina mengatakan, pertumbuhan kedit bank relatif lambat karena permintaan yang masih kurang.

Padahal, kata Linda, presiden sudah meminta bank-bank agar lebih berani mengambil risiko khususnya ke sektor-sektor tertentu yang menjadi perhatian pemerintah. Namun, BI menilai sudah ada tanda-tanda perbankan mulai berekspansi kredit, khususnya di sektor infrastruktur.

"Yang kami lihat bank sudah mulai berekspansi kredit. Bank sudah mulai menyalurkan kredit ke sektor infrastruktur," katanya di Jakarta, Kamis (22/3).

Meskipun demikian, BI melihat korporasi saat ini tidak hanya bergantung dari pembiayaan bank, tetapi juga dari pasar modal yang dianggap lebih inovatif.

BI juga berupaya mendorong intermediasi bank dari sisi makroprudensial yaitu lewat Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM). Komponen pembiayaan atau kredit diperluas dengan memasukkan surat-surat berharga yang dibeli bank dan komponen simpanan diperluas dengan memasukkan surat berharga yang diterbitkan bank.

BI juga akan mendorong bank tidak hanya menyalurkan kredit di sektor infrastruktur saja tapi juga properti yang dianggap prospektif.

Dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur BI, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Agusman mengatakan, kondisi sistem keuangan tetap stabil walaupun fungsi intermediasi perbankan belum kuat.

Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) cukup tinggi yaitu 23,2%. Sementara itu, rasio kredit bermasalah meningkat menjadi 2,9% gross.

Transmisi pelonggaran kebijakan moneter dam makroprudensial melalui jalur suku bunga juga terus berlangsung. Hingga Januari 2018 suku bunga deposito sudah turun 196 basis poin dan suku bunga kredit turun 151 basis poin.

Meskipun demikian, transmisi melalui jalur kredit masih belum maksimal sejalan dengan permintaan kredit yang masih rendah dan perilaku bank yang selektif dalam memberikan kredit baru.

Tag : penyaluran kredit, bank indonesia
Editor : Farodlilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top