Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

LPS Rate Naik jadi 6,25%, Citibank Akan Sesuaikan Suku Bunga Deposito

Bisnis.com, JAKARTA Citibank Indonesia segera akan merespons kenaikan suku bunga penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS Rate) dengan menaikkan suku bunga deposito.
Abdul Rahman
Abdul Rahman - Bisnis.com 18 Juli 2018  |  16:58 WIB
LPS Rate Naik jadi 6,25%, Citibank Akan Sesuaikan Suku Bunga Deposito
CEO Citibank, N.A. Indonesia Batara Sianturi memberikan penjelasan di Jakarta, Senin (14/8)./ JIBI/Bisnis - Nurul Hidayat
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Citibank Indonesia segera akan merespons kenaikan suku bunga penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS Rate) dengan menaikkan suku bunga deposito.

CEO Citibank Indonesia Batara Sianturi mengatakan, naiknya suku bunga penjaminan merupakan kebijakan lanjutan dari penyesuaian suku bunga kebijakan Bank Indonesia 7 Days Repo Rate.

Oleh karena itu, Citibank tengah melakukan penilaian terkait dampak kebijakan tersebut. Salah satunya dengan melakukan persiapan untuk menaikkan suku bunga deposito. Sebagai informasi, suku bunga deposito Citibank untuk tenor 12 bulan sebesar 7%.

"Kami akan sesuaikan bunga deposito. Besarannya belum ditentukan. Saat ini bunga deposito untuk setahun 7%," katanya di Jakarta, Rabu (18/7/2018).

Walaupun suku bunga naik, Batara tetap optimistis permintaan kredit tetap akan ada. Sebelumnya, Batara menjelaskan sejak BI-7DRR naik pada Mei lalu pihaknya belum melakukan penyesuaian suku bunga, baik untuk pinjaman maupun simpanan. 

Namun, Citibank Indonesia diproyeksikan akan menaikan suku bunga deposito antara 25 bps sampai 50 bps. Dia mengatakan, kenaikan tersebut akan dilakukan secara bertahap dan bergantung pada kondisi pasar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

citibank
Editor : Farodlilah Muqoddam
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top