Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bunga Deposito Special Rate Tembus 9%, BTN Ogah Ikut Bersaing

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. memilih tidak ikut dalam persaingan bunga deposito rate khusus atau special rate yang saat ini dinilai semakin panas.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 18 Desember 2018  |  21:57 WIB
Bunga Deposito Special Rate Tembus 9%, BTN Ogah Ikut Bersaing

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. memilih tidak ikut dalam persaingan bunga deposito rate khusus atau special rate yang saat ini dinilai semakin panas.

Direktur Konsumer BTN Budi Satria mengatakan bahwa tingkat bunga special rate paling tinggi yang ditawarkan oleh perseroan adalah sebesar 8,25%, khusus untuk deposan dengan nilai dana simpanan di atas Rp30 miliar.

Namun dia menuturkan, jika dibandingkan dengan bank lain, suku bunga khusus BTN masih terbilang rendah. Budi menyatakan, berdasarkan persaingan langsung di lapangan banyak bank lain yang lebih ganas dalam menawarkan suku bunga khusus, bahkan bisa mencapai kisaran 9%.

“Karena dulu kan pernah rendah sekali, 7% dulu sudah masuk special rate, sekarang bank banyak yang menawarkan sudah 9%,” katanya, Selasa (18/12/2018).

Menurutnya, persaingan bunga saat ini merupakan siklus yang hampir terjadi setiap tahun. Bank-bank melakukan berbagai upaya, termasuk mengerek bunga khusus setinggi-tingginya, untuk mencapai target pertumbuhan dana pada akhir tahun.

Dia memperkirakan kondisi ini masih akan berlangsung sampai dengan akhir tahun, namun mulai awal tahun depan persaingan akan sedikit mereda seiring berlalunya tuntutan tergat akhir tahun.

Budi menuturkan bahwa perseroan akan lebih selektif dalam menyalurkan kredit pada tahun depan guna menyiasati pengetatan likuditas yang terjadi di sistem keuangan perbankan. Perseroan akan berfokus pada kredit dengan berkualitas tinggi.

“Ya kan bisa macam-macam, ekspansi yang lebih selektif, menghemat capital, pilih pinjaman yang mencatatkan NPL [non-performing loan/rasio redit bermasalah] lebih kecil,” ucapnya.

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memperkirakan persaingan bunga simpanan perbankan masih akan berlanjut hingga tahun depan dan baru akan mereda apabila kebijakan moneter ketat mulai ditinggalkan.

Doddy Ariefianto, Direktur Group Surveilans dan Stabilitas Sistem Keuangan LPS mengatakan bahwa kondisi tersebut akan sangat bergantung pada kondisi ekonomi global, terutama Amerika Serikat dan pergerakan suku bunga The Fed.

Sampai dengan 8 Desember, secara umum intensitas persaingan bunga perbankan per kategori Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) masih belum banyak berubah dibandingkan dengan posisi September. Doddy mengatakan, tingkat bunga BUKU III—IV masih lebih besar daripada BUKU I—II.

Dia mengutarakan, sampai periode tersebut suku bunga special rate atau suku bunga khusus rata-rata tertimbang, bank-bank BUKU III dan IV, lebih tinggi 16 bps dibandingkan bank-bank BUKU I dan II. Per tanggal tersebut, suku bunga khusus bank-bank BUKU IV adalah 7,14%, BUKU III 7,49%, BUKU II 7,18%, dan BUKU I 7,13%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

btn suku bunga deposito
Editor : Farodlilah Muqoddam

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top