Begini Trik Menyusun Dana Darurat Ideal

Banyak perencana keuangan independen di Indonesia yang setuju dana darurat adalah salah satu tujuan keuangan yang harus disiapkan paling awal.
Asteria Desi Kartika Sari | 04 Januari 2019 18:45 WIB
Ilustrasi: Dana darurat harus liquid

Bisnis.com, JAKARTA-- Semuda apapun, menyiapkan dana darurat merupakan hal yang harus dilakukan. Pasalnya, kita tak dapat memprediksi bagaimana kondisi keuangan di masa yang akan datang.

Meskipun saat ini kondisi keuangam terlihat sehat, kondisi di kemudian hari belum tentu akan serupa.

Dana darurat dalam sebuah keluarga memiliki peran penting, khususnya dalam keadaan genting.

Banyak perencana keuangan independen di Indonesia yang setuju dana darurat adalah salah satu tujuan keuangan yang harus disiapkan paling awal.

Kebiasaan terkadang bisa mengalahkan pengetahuan, misalnya contoh kecil rokok. Sudah tahu [merokok] berbahaya, namun masih dilakukan.

Lantas, bagaimana cara mempersiapkan dana darurat di masa sekarang untuk masa depan?

Perencana keuangan OneShildt M. Andoko menilai masyarakat sudah banyak yang sadar akan pentingnya dana darurat. Namun, lanjutnya, mereka belum maksimal membangun dana darurat.

"Ini terkait dengan pengetahuan dan kebiasaan. Kebiasaan terkadang bisa mengalahkan pengetahuan, misalnya contoh kecil rokok. Sudah tahu [merokok] berbahaya, namun masih dilakukan. [Ini] sama dengan dana darurat," kata Andoko kepada Bisnis, dikutip Jumat (4/1/2019).

Besaran Dana Darurat

Paling ideal, ujar Andoko,  individu memiliki dana darurat sebesar 3 kali hingga 6 kali pengeluaran bulanan. Besaran tersebut tentunya harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu, apakah masih single atau sudah berkeluarga.

Ketika belum menikah, misalnya, besaran dana darurat cukup ideal sebesar 3 kali pengeluaran bulanan, sudah menikah belum punya anak sebesar 6 kali pengeluaran bulanan, dan sudah menikah dan punya anak [dana darurat menjadi] 12 kali biaya pengeluaran bulanan.

Selanjutnya, dia menegaskan, kegunaan dana darurat berbeda dengan dana yang dipakai sehari-hari. Dana darurat sebaiknya hanya digunakan dalam keadaan terjepit atau benar-benar darurat.

Selain itu, dia mengatakan dana tersebut harus dipisahkan dari rekening harian, investasi, ataupun tabungan jangka pendek yang dimaksudkan untuk memenuhi tujuan keuangan jangka pendek.

Tak hanya itu, dana darurat harus mudah diambil kapan saja dan di mana saja. Artinya dana tersebut harus likuid dan dapat dicairkan pada saat dibutuhkan, atau ditempatkan dalam instrumen yang memiliki risiko sangat kecil.

"Kalau secara teori, paling ideal sebaiknya [ditempatkan] di tabungan. Kalau di deposito kan harus dicairkan saat jatuh tempo. Bisa juga ditempatkan di logam mulia yang gampang dicairkan,"jelasnya.

Selain itu, dia mengatakan sebenarnya dana darurat dapat ter-cover melalui kartu kredit apabila pencairan dana darurat lebih lama.

Apabila hal tersebut terjadi, yang paling penting Anda harus mengembalikan uang tersebut sebelum jatuh tempo.

Tag : tips keuangan, dana darurat
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top