LPEI Kucurkan Modal Kerja Rp775,6 Miliar Dukung Inka Ekspor ke Bangladesh

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia atau Indonesia Eximbank mendukung PT Industri Kereta Api (Inka) melakukan ekspansi bisnis ke pasar internasional nontradisional, melalui pemberian pembiayaan modal kerja ekspor senilai Rp775,6 miliar untuk pengadaan 250 gerbong kereta ke Bangladesh.
News Writer | 21 Januari 2019 11:03 WIB
Direktur Eksekutif LPEI, Sinthya Roesly. (istimewa)

Bisnis.com, SURABAYA – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia atau Indonesia Eximbank mendukung PT Industri Kereta Api (Inka) melakukan ekspansi bisnis ke pasar internasional nontradisional, melalui pemberian pembiayaan modal kerja ekspor senilai Rp775,6 miliar untuk pengadaan 250 gerbong kereta ke Bangladesh.

Direktur Eksekutif LPEI, Sinthya Roesly mengatakan pengiriman tahap pertama sebanyak 15 kereta penumpang ke Bangladesh ini merupakan progress nyata atas penggunaan modal kerja ekspor.

“Ini merupakan dukungan kami kepada Inka untuk melakukan ekspansi bisnis ke pasar internasional khususnya pasar non tradisional dengan program National Interest Account (NIA).  Selanjutnya akan dilakukan pengiriman atau shipment untuk tahap berikutnya sehingga terpenuhi pesanan Bangladesh Railways sebanyak 250 kereta penumpang pada tahun 2020,” ujarnya dalam siaran pers (21/1).

Sinthya menambahkan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan (KMK) No.513/KMK.08/2018 memberikan mandat Penugasan Khusus Ekspor untuk menyediakan pembiayaan ekspor kereta penumpang dan gerbong barang kereta api.

“Inka sebagai salah satu badan usaha yang memiliki kapasitas dan kemampuan untuk memproduksi kereta penumpang, memanfaatkan KMK tersebut dengan melakukan ekspor kereta penumpang ke Bangladesh.”

LPEI memberikan pembiayaan modal kerja ekspor kepada Inka  sebesar Rp775,6 miliar untuk pembiayaan proyek pengadaan 50 BG Kereta Penumpang dan Pengadaan 200 MG Kereta Penumpang yang dipesan oleh Bangladesh Railway.

Proyek ekspor kereta penumpang ke Bangladesh memberikan manfaat dan aspek developmental di antaranya memberikan nilai strategis bagi  Inka karena supply record- export order dan kepuasan pelanggan luar negeri menjadi salah satu syarat utama dalam evaluasi pada tender-tender internasional.

“Menjadi showroom yang efektif untuk memasuki pasar Asia Selatan seperti Pakistan dan Sri Lanka, pasar Asia Tenggara dan Timur Tengah yang juga sangat berminat terhadap produk gerbong penumpang kereta api buatan Indonesia,” papar Sinthya.

Menurut Sinthya, negara pesaing utama Indonesia dalam proyek ini adalah India dan China yang menawarkan harga kompetitif  dan didukung penuh oleh Eximbank masing-masing negara.

“Untuk itu, dukungan pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan melalui program NIA melalui LPEI menjadi sangat penting karena sulit bagi Indonesia berkompetisi apabila melalui skema pembiayaan ekspor secara komersial.”

Ke depan, tambahnya,  LPEI siap untuk mendukung badan usaha untuk mengembangkan ekspornya di pasar non traditional,  baik melalui pembiayaan dengan skema komersial maupun penugasan khusus.

Inka telah mengirim 15 unit kereta tipe Broad Gauge (BG) ke Bangladesh melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Minggu (20/1). Pengiriman tersebut merupakan tahap pertama yang akan selesai sampai Juli 2019 sebanyak 250 unit. Inka menjadi pemenang tender pengadaan kereta penumpang untuk Bangladesh Railway pada 2017 dengan nilai kontrak sebesar US$100,89 juta. 

Tag : exim bank, pt inka, indonesia eximbank, lpei
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top